Tampilkan postingan dengan label kegiatan belajar mengajar di TK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan belajar mengajar di TK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2018

Kegiatan Menarik Untuk PAUD



 ACARA KHUSUS
Bagian penting dari kurikulum anak usia dini adalah memperluas kesadaran anak akan dunia sekitar dengan cara memberikan pengalaman langsung . jenis pengalaman ini menuntut guru PAUD meninggalkan rutinitas kelas dan melakukan kegiatan yang istimewa, bisa dengan mengundang tamu ahli untuk datang ke sekolah atau mengajak anak ke luar ke lingkungan sekitar untuk dapat memperoleh pengalaman langsung.

A.    Tamu Istimewa ( Kelas Inspirasi )
Terkadang cara terbaik memberikan pengalaman baru adalah dengan mengundang tamu istimewa untuk mengunjungi sekolah . Contoh : Mungkin anak akan sudah terbiasa dan jadi kurang menarik ketika diajak kunjungan ke kantor polisi, namun kunjungan dari polisi berseragam dengan atributnya  lengkap dengan mobil dan sepeda motor ( kendaraan polisi), akan menjadi kenangan yang tak terlupakan sepanjang tahun. (anak – anak diberi kesempatan untuk naik motor yang berkedip – kedip atau naik mobil polisi yang bersirene: mengeluarkan bunyi tuing ...tuing...akan memberikan rasa bangga dan pengalaman yang sangat  luar biasa bagi anak. (Kelas inspirasi)

B.     Kerja kelompok
Aktivitas berkelompok juga sangat perlu dalam kegiatan pembelajaran. Karena dengan melakukan aktivitas berkelompok, keakraban setiap anak pun akan semakin erat terjalin. Anak-anak akan belajar bekerja secara team dan mengikis keegoisan yang ada di dalam pribadi anak.
Contoh : anak diajak belajar di luar kelas, dengan membagi  beberpa kelompok ( misalnya :3 kelompok ), lalu masing – masing kelompok diberi tugas sederhana : kelompok satu : menyebutkan dan menuliskan macam tanaman bunga yang ada di halaman TK
Kelompok dua : menyebutkan dan menuliskan tanaman bunga yang ada di halaman TK
Kelompok tiga : menyebutkan dan menuliskan tanaman sayur yang ada di kebun TK, dan lain – lain
 
C.     Melatih anak berwira usaha sejak dini
Ketrampilan berwirausaha bukan hanya tentang jual-beli barang atau jasa, namun juga ketrampilan bersosialisasi, keberanian membuat keputusan, keberanian menanggung risiko, kreatifitas, dan lainnya. Karakter-karakter tersebut sangat perlu dimiliki oleh anak-anak usia dini. Ketrampilan-ketrampilan dalam berwirausaha perlu dikembangkan sejak dini, sehingga ketrampilan-ketrampilan tersebut bisa berguna bagi perkembangan pribadi dan kecerdasan anak, dan tentu saja nantinya akan berguna bagi masa depan anak dalam meraih cita-cita.
a.       Memeragakan aktivitas jual beli di sekolah
Untuk memeragakan aktivitas jual beli di sekolah dibutuhkan ruangan di luar kelas, misalnya di aula atau di lapangan terbuka. Dalam aktivitas ini anak-anak akan melakukan praktik jual beli bersama teman-teman mereka, ada yang berperan sebagai penjual, serta ada yang berperan sebagai pembeli. Anak yang berperan sebagai pembeli akan belajar cara memilih barang, membayar uang, menghitung nilai uang, memilih barang yang akan dibeli, dan lainnya, sedangkan anak yang berperan sebagai penjual akan belajar cara menawarkan barang, menghitung nilai uang, menata barang jualan, sopan santun berbicara dengan pembeli dan lainnya.
 
b.      Mengajak anak berkunjung ke supermarket
Sesekali kita juga bisa mengajak anak bersama-sama pergi ke supermarket. Alangkah lebih baik, bila dalam kegiatan ini guru memandu anak-anak didik mereka. Guru bisa mempraktikkan aktivitas memilih barang dan membayarnya di kasir. Dari kegiatan ini, anak-anak akan semakin mengenal proses terjadinya transaksi. Mulai dari aktivitas memilih barang, mengambil barang, hingga membayarnya. Anak-anak juga mengenal aneka profesi yang bekerja di supermarket, yaitu petugas satpam, kasir, dan penjaga toko.
Dengan mengajak anak ke supermarket, anak-anak juga akan belajar dari aneka produk yang ada. Guru bisa secara langsung mengajari anak tentang berbagai warna, bentuk, dan huruf yang tertera di produk tersebut. Semakin bertambahnya pengetahuan yang dimiliki anak secara berkesinambungan maka secara tidak langsung kosakata anak juga akan semakin bertambah banyak.
D.    Berenang
Mungkin sudah banyak TK (PAUD) yang dilembaganya sudah punya kolam renang, sehingga untuk kegiatan berenang muridnya cukup di sekolah (TK) nya sendiri, tetapi tidak ada salahnya apabila sekali – kali anak diajak untuk berenang di luar, dan ini akan memberikan kesenangan yang luar biasa bagi anak- anak, karena anak – anak mendapatkan pengalaman baru terutama tentang peraturan  tata tertib yang diberlakukan oleh pihak pengelola kolam renang ( tentunya sangat berbeda dengan peraturan yang ada di sekolah ) , dan ini dapat melatih anak tentang sikap disiplin, sabar, juga menghargai.
 
E.     Outbond
Kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound ini bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri.
Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara berkerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan meng-hadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.
Outbound dapat mengajarkan anak berbaur (beradaptasi) dan berinteraksi dengan teman sebaya atau teman yang berbeda usia darinya. Bukan hanya itu, outbound juga dapat mengembangkan aspek motorik (pergerakan otot-otot) dan kognisi (cara berpikir).
 
F.      Cooking Class
Cooking class (Kelas Memasak/Program Memasak) adalah kegiatan memasak dan menghias makanan (kue) dengan melibatkan anak-anak secara langsung selama proses memasak dan menghias makananya sendiri.
Kegiatan memasak dimulai dari mempersiapkan bahan dan peralatan masak yang digunakan, proses pengolahan bahan, menghias makanan hingga siap untuk dimakan.
Dengan melibatkan anak dalam kegiatan memasak, anak-anak dapat mengenal secara langsung makanan sehari-hari yang biasa dimakan. Selain itu, kita dapat mengenalkan sayur, buah dan makanan sehat kepada anak melalui media yang menarik dan menyenangkan, sehingga anak-anak akan menyukai sayur dan buah.
Kegiatan memasak memberikan banyak manfaat terutama bagi anak usia dibawah 5 tahun. Mengenalkan berbagai macam alat dan bahan serta langkah-langkah memasak, akan melatih kecerdasan otak anak, secara visual dan bahasa. Misalnya, dalam menentukan komposisi bahan, terdapat takaran dalam angka, yang melatih kecerdasan logis matematis.
Kecerdasan visual tercermin dalam kegiatan kreativitas menghias kue atau menata makanan, dan menjadi lebih peka terhadap warna, arah, ruang dan bentuk, sehingga ia dapat melahirkan ide secara visual

 
G.    Karya wisata
Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang amat besar. Untuk memfasilitasi keingintahuan tersebut mengajak anak-anak berjalan-jalan menghirup udara segar amat sangat baik bagi anak. Hal tersebut berguna untuk menghilangkan kejenuhan pada anak setelah dari hari ke hari hanya dituntut untuk belajar dan hanya belajar saja.
karya wisata merupakan suatu kegiatan yang dapat dilakukan oleh pendidik setiap saat dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu. Sehingga diharapkan anak dapat mempelajari suatu hal secara lebih mendalam dan juga konkret. Misalnya dengan membawa anak-anak berjalan-jalan ke kantor pos dan menyaksikan aktivitas di kantor pos., mengajak anak mengunjungi tempat-perternakan. Mengajak anak berkunjung ke perpustakaan atau juga ke rumah sakit. Bisa juga mengajak anak-anak ke sawah untuk melihat aktivitas para petani bercocok tanam atau bisa juga ke peternakan. Di tempat-tempat tersebut anak akan melihat secara langsung sehingga membantu anak memeahami kehidupan nyata di lingkungan mereka.
Manfaat karya wisata yaitu dapat merangsang minat anak terhadap suatu hal, memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas, memberikan pengalaman nyata pada anak, dan menambah wawasan. Akan lebih baik jika sebelum melaksanakan karya wisata guru memberikan pembekalan berupa informasi kepada anak terhadap hal-hal yang akan dilihatnya. Hal tersebut akan membuat kesan tersendiri terhadap anak.
Selain itu karya wisata juga bermanfaat untuk menumbuhkan minat pada anak, meningkatkan perbendaharaan kata dan pengetahuan, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan hidup bermasyarakat, , serta menanamkan sikap menghargai terhadap karya dan jasa orang lain.
H.    Manasik Haji
Manasik haji bagi anak prasekolah dapat kita pandang sebagai suatu upaya pembelajaran nilai-nilai moral dan agama dengan metode simulasi. Metode pembelajaran yang apabila kita manage dan kita rencanakan sedemikian rupa dengan muatan-muatan psikologis yang terkontrol, akan dapat menimbulkan suatu kesan yang mendalam dan dapat kita andalkan sebagai salah satu cara membentuk pribadi anak yang agamis.
Ritual-ritual yang dilakukan anak dengan tuntunan dari ibu/bapak guru, walaupun hanya merupakan permainan peran, tetap merupakan aktivitas serius karena dapat dihayati dan membutuhkan kesungguhan dan konsentrasi. Seluruh aspek psikologi anak akan tersentuh, karena praktek manasik tersebut dilakukan dengan aktivitas fisik anak dengan secara urut dan teratur , aktivitas kognitif anak terstimulasi(terangsang) dalam bentuk mendengarkan, menghafal dan mengerti doa-doa serta urutannya, aktivitas sosial-afektif akan dipelajari dalam bentuk beraktivitas bersama-sama dengan teman-temannya dan berlatih untuk menerima aturan permainan, berlatih untuk mematuhi aturan-aturan yang diinformasikan guru, berlatih untuk memenuhi harapan orang lain dengan bertingkah-laku tertib dan berlatih tanggung-jawab, berlatih bersikap sosial seperti mengalah, tertib, toleran, membagi, berkorban  dan sebagainya yang akan memacu sosialisasi anak. Dalam manasik, anak akan mengenal nilai-nilai moral dan agama praktis, anak akan mendapatkan pengalaman tentang perilaku-perilaku yang boleh dan yang tidak boleh dia lakukan, baik sesuai dengan agama maupun sesuai dengan tuntutan lingkungan.
 

I.       Rekreasi
Liburan atau rekreasi biasanya merupakan hal yang paling dinanti-nantikan oleh anak-anak. Misalnya, setelah setiap hari kegiatan mereka diisi oleh aktivitas yang padat di sekolah, tentu saja liburan dapat menjadi salah satu ajang “pelepas lelah” dan mendapatkan suasana baru, sehingga hari-hari mereka selanjutnya dapat dilalui dengan lebih bersemangat..
Liburan akan memberikan anak sebuah pengalaman baru yang tentunya akan berbeda dari pengalaman sebelumnya. Anak-anak pada dasarnya sama dengan orang dewasa yang memiliki rutinitas harian yang bisa membuat mereka jenuh. Mereka bersekolah, bermain bersama teman, dan aktivitas lainnya yang diberikan orang tua. Oleh karena itu, apabila anak-anak diajak untuk berekreasi, maka mereka tentunya akan mendapatkan pengalaman baru yang menyegarkan dan membuat mereka senang. Berlibur akan memberikan pengalaman yang menarik untuk dirasakan dan juga memori untuk dikenang.
 
J.       Pentas Seni
Pementasan seni untuk anak usia dini sangatlah penting dan bermanfaat. Dimana, melalui sebuah pementasan anak-anak mampu menggali potensi yang ada dalam diri dan melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Mengikutsertakan anak untuk pentas seni di usia dini merupakan proses pembelajaran penting agar anak mempunyai rasa percaya diri dan pengalaman tampil di panggung. Tampil di pentas sebaiknya dimulai sejak level Kelompok Bermain harus  sudah mulai diajarkan untuk tampil di depan guru dan orang tua. Melalui kegiatan pentas ini selain dapat mengoptimalkan aspek perkembangan anak juga keberanian anak untuk tampil di depan umum. Keberanian yang ditanamkan kepada anak murid melalui kegiatan pentas ini adalah suatu nilai yang merupakan bagian dari framework sutau lembaga.
K.    Drumband Kids
Kegiatan yang paling diminati baik oleh anak atau orang tua  salah satunya  drum band  , sedangkan manfaat daru kegiatan Drumband sendiri bagi anak  adalah :
Kesempatan Untuk Mempelajari Berbagai Jenis Instrumen Musik
Alasan pertama adalah karena ekstra kulikuler drum band membuka kesempatan bagi anak Anda untuk mengenal lebih jauh dan juga mempelajari cara memainkan beberapa jenis alat musik di usia mereka yang masih belia. Pada awalnya, mungkin memang anak akan diperaya untuk memegang satu jenis instrumen musik. Walaupun begitu, bukan berarti bahwa nantinya dia tidak mempunyai kesempatan untuk memainkan alat musik drumband yang lain.

Pelajaran Menjalin kerjasama Dengan Teman Sebaya
Memainkan alat musik di dalam sebuah kelompok drum band memang merupakan satu hal yang positif dan mungkin juga memberikan pengaruh tersendiri terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, ikut serta dalam sebuah kelopmpok drum band juga akan melatih anak untuk berani tampil di depan umum dengan cara yang positif pula. Selain itu, sebenarnya ada satu lagi manfaat yang sangat penting dan perlu diketahui. Manfaat tersebut adalah pelajaran untuk bekerjasama dengan teman sebaya. Di dalam kehidupan sehari-hari, hal ini sangatlah penting. Nantinya, pelajaran yang satu ini akan ikut ambil bagian dalam membentuk anak menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama
.





Jumat, 09 Maret 2018

TIPS UNTUK SEKOLAH (TK) YANG KURANG FINANSIAL AGAR TETAP EKSIS



TIPS UNTUK SEKOLAH (TK) YANG KURANG FINANSIAL AGAR TETAP EKSIS
            Sekolah adalah lembaga tempat kegiatan belajar mengajar, dimana ada siswa yang belajar dan guru sebagai penyampai bahan ajar / pengajar. Sedangkan TK (Taman Kanak – Kanak) adalah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur  pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini (usia 4 tahun – 6 tahun). Tujuan dari pendidikan TK adalah : membantu anak didik mengembangkan berbagai potensinya baik pskhis maupun fisik yang meliputi Norma Agama, Sosial Emosi, Kognitif, Bahasa dan Fisik Motorik dan kemandirian.
            Bila kita mencermati dengan seksama pengertian sekolah atau TK , maka dalam suatu proses pendidikan yang memegang sentral penting adalah Siswa dan guru, begitupun dalam tujuan pendidikan Taman Kanak Kanak. Sedangkan kelengkapan fasilitas/ sarana prasarana dan kesediaan finansial yang cukup adalah faktor penunjang untuk mengembangkan sekolah itu sendiri, dengan harapan bahwa semakain lengkap fasilitas  atau dana maka suatu sekolah akan dapat memberikan yang terbaik  dalam pelayanan pendidikannya.
            Yang jadi masalah , lalu bagaimana dengan sekolah –sekolah (TK)  yang ada dipinggiran yang notabene dalam hal dana ataupun fasilitas sangat minim, apakah tidak bisa berkembang dengan baik ? atau tidak bisa memberikan layanan pendidikan yang baik?, atau mungkin dengan keterbatasan sarana prasarana TK tersebut tidak mampu bersaing dengan TK lain yang lebih lengkap sarana prasarananya, yang tidak menutup kemungkinan akhirnya tidak dapat murid dalam jumlah yang ideal atau yang sesuai dengan rasio ideal yang telah ditentukan .
            Sebelum penulis menjawab, marilah kita kembali kedalam pengertian dan tujuan pendidikan TK, dimana tertulis  bahwa pendidikan TK adalah pendidikan yang diberikan pada anak usia dini dengan rentang umur 4 tahun – 6 tahun dan tujuannya untuk membantu mengembangkan berbagai potensi baik psikhis ataupun fisik yang semuanya terangkum dalam bidang pengembangan Nilai Agama Moral, Sosial Emosi, Kognitif, Bahasa dan Fisik Motorik. Kalau kita berpijak dari tujuan pendidikan TK maka penulis bisa pastikan menjawab  “BISA  untuk berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang memadai (baik) dan tidak kalah dengan sekolah (TK) elite yang lebih lengkap fasilitasnya, lalu yang jadi pertanyaan lanjutan “bagaimana caranya” ?
            Menurut kajian penulis untuk menjadi sekolah (TK ) yang besar dalam arti  dapat menghasilkan output yang berkualitas, dapat memberikan layanan pendidikan yang baik, dapat meraih simpati masyarakat untuk mempercayakan putra putrinya sekolah ditempat anda, dan dapat memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang potensial semuanya dimulai dari adanya guru yang kreatif, dan disini penulis akan memberikan tips agar semua guru yang kebetulan mempunyai keterbatasan dalam fasilitas ataupun finansial juga dapat bersaing positif dengan sekolah – sekolah yang besar.
1.      Kreatif
Guru TK dituntut untuk kreatif dalam segala hal, dan sekarang sudah tidak zamannya lagi guru TK hanya terpaku pada APE produksi pabrik, Guru TK harus pandai memanfaatkan (sampah kering)  barang – barang bekas (limbah) untuk didaur ulang menjadi alat peraga edukatif (APE) yang indah (mempunyai nilai seni), yang bermanfaat dalam menunjang KBM (tidak hanya sekedar  sebagai hiasan dinding/ gantungan),  dan yang tidak membahayakan (aman).  Selain itu Guru TK juga harus  mampu dan bisa memanfaatkan lingkungan sekolahnya sebagai sumber belajar yang potensial, untuk menjadi kreatif kita tidak perlu takut kotor, anak – anak bisa diajak membuat pupuk kompos sendiri (memanfaatkan sampah basah)  , atau dalam bidang pengembangan kognitif anak – anak bisa disuruh  membilang / menghitung ada berapa daun jambu/ mangga yang berwarna kuning (selain anak latihan membilang anak juga mencintai lingkungan dengan memungut daun – daun kuning / kering), dalam pengembangan Bahasa anak – anak bisa diajak ke kebun lalu diberi tugas “ coba cari kata benda yang mempunyai awalan “B” di kebun kita, anak akan menjawab sesuai yang dilihat misalnya: bunga,bayam, batu, burung, binatang, belalang dan masih banyak lagi, untuk Nilai Agama dan Moral (NAM) bisa kita sampaikan “Tuhan menciptakan alam dan isinya untuk manusia, maka kita wajib bersyukur, nah untuk bersyukur pada Tuhan kita harus merawat ciptaan Nya, marilah kita rawat tanaman kita dengan mencabuti rumput pengganggu, atau menyirami tanaman, dan masih banyak lagi contoh – contoh yang lain . Atau yang lebih sip lagi apabila kita ajak anak langsung belajar  dengan alam (bukankah di kota – kota besarpun sekarang sedang trend sekolah alam ).

2.      Religi (Moral Agama)      
Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang sedang gencar- gencarnya “Character Building”, bahkan dalam kurikulumpun nilai karakter harus dimasukkan, dan apabila kita bicara karakter pasti tidak bisa lepas dari nilai agama dan moral. Melihat fenomena saat ini dimana ritme kerja para orang tua yang begitu luar biasa padatnya maka kadang – kadang orang tua lalai atau lupa mengajarkan nilai agama dan moral agama pada anak ketika di rumah , akhirnya untuk mengisi kekosongan ini para orang tua berbondong – bondong akan mencari sekolah yang mempunyai keunggulan di bidang religi, orang tua mengharapkan sekolah dapat menggantikan peran orang tua untuk dapat membekali putra putrinya dengan nilai – nilai religi , maka guru kreatif  hendaknya peka menangkap fenomena ini.

3.      Prestasi
Prestasi akan didapat apabila sekolah (anak/guru) mengikuti suatu lomba, dan anak – anak yang sekolahnya memiliki keterbatasan dalam finansial justru memiliki semangat juang yang luar biasa. Anak – anak sangat tangguh dalam kekuatan fisiknya, dan guru wajib untuk memberikan wadah pada mereka. Ikut sertakan anak- anak dalam lomba – lomba yang diselenggarakan baik tingkat gugus , kecamatan atau kabupaten/ Kota , bisa dalam rangka HAN, Porseni atau event – event lainnya.  Begitupula dengan gurunya harus ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan baik tingkat KKG, Gugus ataupun IGTKI, sering sharing dan tidak malas untuk membaca atau mengikuti workshop untuk menambah pengetahuan kalau perlu membuka internet ( walaupun guru TK  tetap tidak boleh gaptek lho).

4.      Relasi
Guru TK harus pandai menjalin relasi dari kalangan manapun baik pemerintah , Alumni  ataupun hanya sekedar tukang kayu atau tukang jahit. Dengan Pemerintah harus terjalin dengan harmonis untuk dapat informasi adanya bantuan baik BOP, Blockgrand, Penguatan atau lainnya. Sedangkan dengan alumni bisa kita minta peran sertanya saat ada perayaan di sekolah baik acara perpisahaan atau HUT TK , alumni yang mempunyai prestasi bisa kita kenalkan selain dapat memberikan kebanggan sekolah juga bisa sebagai inspirasi atau bahkan pesan sponsor gratis . Sedangkan tukang kayu (mebel), ibu guru bisa meminta dengan gratis serbuk gergaji kayu , atau mungkin sisa kayu yang tidak terpakai untuk dijadikan balok, atau tukang jahit bisa diminta sisa perca – perca kainnya , dan masih banyak lagi ibu guru bisa menambahkannya sendiri.

5.      Kekeluargaan
Untuk TK yang kurang dalam finansial biasanya hubungan kekeluargaan antara guru dan wali muridnya sangat dekat, sehingga dengan keakraban ini guru dan orang tua wali murid dapat bersama – sama saling terbuka untuk membangun anak yang tidak hanya pandai dalam akademik saja tetapi juga dalam menanamkan akhlak yang mulia. Guru dan orang tua dapat sharing dengan tanpa merasa takut, dan  dapat bersama  - sama mencari solusi bila ada masalah dengan anak – anak. Bila ada kegiatan orang tua lebih kelihatan sikap gotong royongnya untuk ikut mensukseskannya. Dan ini aset yang dapat dimanfaatkan , misalnya disela – sela orang tua menunggu putranya , ibu guru bisa libatkan untuk ikut membuat alat peraga atau membuat pajangan dari barang bekas.

6.      Tulus dan Ikhlas
Yang tak kalah penting dari semuanya adalah perasaan tulus dan ikhlas dari ibu guru – ibu guru yang  sekolahnya  kurang dalam finansial, umumnya beliau – beliau ini tidak terlalu “MATRE” dalam arti tidak mengukur semuanya dari uang, kadang – kadang bahkan ibu gurupun rela berkorban demi kelancaran suatu kegiatan.  Bila ibu guru di sekolah – sekolah unggulan karena sudah didesain oleh kondisi yang salah, bahwa pulang sekolah , orang tua wali murid lalu minta anaknya untuk les, dengan segera ibu guru akan menunaikan tugas sambilannya memberi les privat/group pada anak didiknya, sehingga kadang terbawa dalam pembelajaran di kelas perhatian/ sikap guru akan  “lebih baik “ pada anak murid yang les padanya, dan tentu saja ini bisa membuat anak – anak yang lain (yang tidak les) menjadi merasa tidak nyaman. Guru tidak lagi bersifat obyektif (maaf tidak semuanya lho, ini sebagaian dari yang pernah penulis amati). Maka untuk guru yang mempunyai ketulusan hati akan menjadi idola anak – anak , dan menjadi kepercayaan orang tua / wali murid untuk tahun tahun berikutnya akan menitipkan putra putrinya lagi, bahkan kadang orang ntua yang sudah percaya pada guru maka akan dengan suka rela mengajak saudara, tetangganya untuk ikut gabung di sekolahnya ( promosi gratis).
            Nah itu sedikit tips yang bisa penulis bagikan, Semoga tips dari penulis dapat sedikit memberi semangat pada ibu guru – ibu guru yang sekolahnya  kebetulan tidak masuk dalam kategori   sekolah “Unggulan” , percayalah tidak ada pekerjaan yang sia- sia, kita harus selalu semangat ingatlah pepatah “Tidak ada rotan, akarpun jadi”. Keterbatasan bukanlah kendala yang berarti untuk bisa berprestasi, bila kita mempunyai kreatifitas keterbatasan justru akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk belajar dan menemukan hal – hal yang baru, yang mungkin belum bahkan tidak pernah terpikirkan oleh beliau – beliau yang mempunyai posisi “AMAN dan NYAMAN”. Sekali lagi untuk teman – teman guru semuanya marilah kita bergandeng tangan untuk memajukan pendidikan anak usia dini agar kita kelak dapat menciptakan generasi bangsa yang tangguh dalam segala hal.  Salam  Semangat dan Sukses !!!

Selasa, 23 Januari 2018

PERMAINAN ANAK CIPTAAN GURU



NASKAH CIPTA PERMAINAN UNTUK ANAK USIA DINI
‘PANCING IKAN ‘





PENYUSUN ;
IGTKI KAWEDANAN

LOMBA PORSENI GURU TK
KABUPATEN MAGETAN











KATA PENGANTAR

Segala puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat , karunia dan nikmat Nya sehingga kami dapat menyusun naskah permainan “Pancing Ikan” ini. Tak lupa shalawat beserta salam semoga tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW , keluarganya, sahabatnya dan kita selaku umatNya AAmiin….
Selanjutnya dengan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi – tingginya penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, pengajaran. Penyusunan naskah permainan ini kami buat untuk persyaratan mengikuti lomba porseni guru.
Secara khusus penyusun menyampaikan terimakasih yang sebesar- besarnya . Kami menyadari bahwa pembuatan naskah permainan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh untuk sempurna, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk bias lebih baik lagi.


Magetan,
 Tim Penyusun












BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Dunia anak adalah  dunia bermain , dalam kehidupan anak – anak sebagaian waktunya dihabiskan dengan aktivitas bermain. Filsuf  Yunani , Plato merupakan orang pertama yang menyadari dan melihat pentingnya nilai praktis dari bermain. Bermain dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan anak. Istilah bermain diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mempergunakan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian , memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan dapat mengembangkan imajinasi anak.
Dengan bermain anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya, anak bebas mengekspresikan gagasannya melalui khayalan, drama, bermain konstruktif dan sebagainya.  Maka dalam hal ini memungkinkan  anak untuk mengembangkan perasaan bbas secara psikhologis.
Berdasarkan keranka pemikiran diatas kami akan mencoba menciptakan permainan baru untuk anak yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang meliputi berbagai aspek pengembangan diri dan bias menarik minat belajar anak.
Disini kami member nama permainan ini dengan nama “Pancing Ikan” karena permainan yang kami buat menceritakan tentang nelayan yang sedang memancing ikan. Dengan nama permainan Pancing Ikan anak – anak bias diajak bermain peran menjadi nelayan dan ikan.
B.      TUJUAN
Adapun tujuan dari permainan ini secara tidak langsung dapat mengenal alam dan teman sepermainan dalam suasana yang menyenangkan, mampu mengoptimalkan pemainan di sekolah agar bidang pengembangan dan kecerdasan anak dapat meningkatkan.
C.      Manfaat
Berdasarkan latar belakang diatas maka manfaat dari permainan “Pancing Ikan” ini adalah :
1.      Dengan bermain ank dapat melepaskan ketegangan yang ada dalam dirinya. Anak dapat menyalurkan perasaan dan dorongan - dorongan yang membuat anak lebih rileks
2.      Bermain memacu anak untuk menemukan ide – ide serta menggunakan daya khayalnya
3.      Membentuk perkembangan kognitif anak dan memberi  kontribusi pada perkembangan intelektual atau kecerdasan berfikir dengan menentukan jalan menuju berbagai pengalaman
4.      Melibatkan gerakan – gerakan tubuh yang membuat tubuh anak sehat dan otot – otot tbuh menjadi kuat.


B AB II
PEMBAHASAN

A.      Tema
Permainan “pancing ikan “ ini dapat mencakup berbagai tema pembelajaran :
1.      Tema Diriku
2.      Tema Binatang
3.      Tema Pekerjaan
4.      Tema Tanah Airku
B.      Media Yang Digunakan
1.      Tas jala untuk tempat umpan nelayan
2.      Bentuk cacing untuk umpan nelayan sekaligus reward bagi anak yang lebih dahulu makan umpan nelayan
C.      Usia Anak
1.      Permainan ini cocok untuk semua umur, tidak hanya anak usia dini
2.      Permainan ini dapat dilakukan di dalam dan luar ruangan, namun sebaiknya dilakukan di tempat yang luas agar bias mengakomodir pergerakan permainan dalam jumlah pemain yang lebih banyak.
D.     Deskripsi Permainan
1.      Permainan diawali dengan Hompimpa untu menentukan yang menang menjadi nelayan dan yang kalah menjadi ikan
2.      Kemudian anak – anak membuat lingkaran sambil bergandeng tangan
3.      Anak – anak sambil bermain menyanyikan lagu sampai selesai
4.      Nelayan mengucapkan bilangan sejumlah umpan ikan yang dikeluarkan
5.      Ank berebut untuk mengambil umpan ikan/ cacing
6.      Anak harus berlomba cepat makan umpan
7.      Anak yang menang yang paling banyak dapat umpan ikan/ cacing, yang kalah yang tidak dapat umpan
E.      Aspek yang dikembangkan dalam permainan
1.      Nilai agama dan Moral
Anak mampu mengenal ciptaan Tuhan (ikan)
2.      Nilai Sosial Emosi
Anak mentaati peraturan permaianan (menang / kalah)
3.      Nilai Fisik Motorik
Bergerak bebas mengambil/ berebut umpan ikan
4.      Nilai Kognitif
Menghitung jumlah umpan nelayan
5.      Nilai Bahasa
Memahami 2 perintah sederhana
6.      Nilai Seni
Menyanyikan lagu :
Syair lagu :
Ayolah kawan – kawan bersama
Nelayan memancing ikan
Melempar umpan .. Happpp…..

Lagu penutup :
Ayolah kawan – kawan
Hari sudah petang
Mari kita pulang bersama –sama hore…..