Tampilkan postingan dengan label Permainan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Permainan. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

MERANCANG KEGIATAN PEMBELAJARAN TEMA : AIR UDARA DAN API



MERANCANG  KEGIATAN PEMBELAJARAN
TEMA : AIR UDARA DAN API

Teman – teman bunda PAUD (TK dan KB) yuuk menyiapkan kegiatan pembelajaran tema air udara dan api dengan pendekatan saintifik.  Kita ajak anak – anak untuk belajar mandiri belajar menemukan dan memecahkan masalahnya sendiri dengan mengenal sains sederhana.
 Sub tema : AIR 
1.       Telur yang tenggelam dan mengambang di air
Percobaan ini menunjukkan pengaruh berat jenis air terhadap benda yang masuk ke dalam air. Dengan percobaan ini kita bisa menjelaskan misalnya kenapa kapal laut bisa mengambang di atas air, padahal beratnya bisa mencapai ribuan ton.
Untuk percobaan ini, hal yang perlu disiapkan adalah:
  • Telur
  • Gelas
  • Garam dapur
Caranya sebagai berikut:
  • Tuangkan air ke dalam gelas, lalu masukkan telur ke dalam gelas tersebut. Maka akan terlihat bahwa telur akan tenggelam sepenuhnya.
  • Keluarkan telur dari gelas, kemudian masukkan beberapa sendok garam lalu diaduk. Masukkan kembali telur dan perhatikan bahwa telur sekarang akan mengambang.
·         Masukkan lebih banyak garam ke dalam gelas, maka akan tampak bahwa telur akan lebih mengambang lagi ke atasAyoo kita coba dirumah..
Apa kata sains?
Air garam memiliki massa jenis lebih tinggi daripada air tawar, dimana makin tinggi massa jenis cairan maka makin mudah bagi obyek melayang di dalamnya. Ketika kamu menurunkan telur ke dalam cairan itu perlahan, maka telur akan melalui air tawar sampai mencapai air asin, pada saat ini air memiliki massa jenis lebih besar (air garam) akan menyebabkan telur melayang. Jika kamu berhati-hati saat menambahkan air tawar ke dalam air garamsehingga keduanya tidak bercampur, maka akan diperoleh penampakan menakjubkan, yaitu telur akan mengapung di tengah gelas  kaca.
2. menjatuhkan koin kedalam air tanpa bisa tumpah
Sungguh mengagumkan, berapa banyak koin yang bisa kita jatuhkan ke segelas air tanpa membuat air tersebut meluap???
Mari kita coba… :)
Bahan-bahan yang diperlukan :
segelas air, koin-koin logam, garam
Yang harus dilakukan adalah :
1. isilah gelas dengan air hingga penuh
2. Letakkan koin-koin ke dalam air dengan hati-hati, pelan-pelan dan satu per satu
3. Level akan naik, tapi air tidak meluap
4. Masukkan garam ke air

Apa yang terjadi ??
garam akan larut tapi air tetap tidak meluap
Apa kata Sains??
kita bisa mengamati suatu fenomena yang disebut tegangan permukaan. Molekul-molekul air pada permukaan, terbuka untuk aksi gaya-gaya molekuler menuju bagian dalam air. Mereka membuat permukaan bertindak seperti sebuah membrane karet, mencegah peluapan air.
3.Membuat musik dengan air
Dengan eksperimen ini kawan-kawan bisa mencoba membuat suatu lagu lho. Kawan-kawan dapat mengatur sendiri nada yang terdengar hanya dengan mengatur gelas dan airnya. Penasaran kawan-kawan?
Caranya mudah kok, yang kamu butuhkan yaitu:
  • Air
  • 5 atau lebih gelas kaca
  • Tongkat kayu, dapat juga menggunakan pensil
Yang perlu kamu lakukan yaitu:
  • Isilah masing-masing gelas dengan jumlah air yang berbeda satu sama lain.
  • Atur posisi seluruh gelas secara sejajar untuk memudahkan kawan-kawan memukulnya.
  • Susunan diatur  dengan mengisi gelas pertama dengan sedikit air, gelas kedua lebih banyak dan seterusnya hingga gelas terakhir berisi paling banyak air.
  • Selanjutnya teman-teman dapat memukul pinggiran gelas dengan tongkat kayu/pensil dengan urutan dari gelas yang berisi paling sedikit air hingga yang terbanyak, sambil diamati perbedaan suara yang terdengar.
Dengan perbedaan suara yang terdengar itu, kawan-kawan dapat mencoba memukul gelas-gelas tersebut dan merangkai  nada untuk memainkan musikmu sendiri.
Apa Kata Sains?
Masing-masing dari gelas akan memiliki nada yang berbeda ketika dipukul dengan pensil. Gelas yang berisi air paling banyak akan memiliki nada terendah sedangkan gelas dengan air yang lebih sedikit akan memiliki nada yang lebih tinggi. Getaran kecil yang dibuat ketika kawan-kawan memukul gelas menciptakan gelombang suara yang merambat melalui air. Air yang lebih banyak akan menyebabkan getaran merambat dengan lebih lambat sehingga menghasilkan suara dengan nada lebih rendah.
Dengan mengatur jumlah air di dalam gelas tersebut, maka kawan-kawan dapat mengatur nada sesuai dengan yang diinginkan.
4. Lampu Lava Sederhana 

Bahan-bahan:
1.     Gelas minum bening
2.     Minyak sayur
3.     Garam
4.     Air
5.     Pewarna makanan
Langkah Kerja :
Ada dua cara membuat lampu lava
Pertama:
1.     Tuangkan air ke dalam gelas sekitar 3/4 nya.
2.     Tambahkan 5 tetes pewarna makanan (warna bebas tergantung selera).
3.     Tuangkan secara perlahan-lahan minyak sayur ke dalam gelas. Usahakan agar minyak sayur berada pada lapisan teratas.
4.     Kemudian taburkan 1 sendok garam di atas lapisan minyak.
5.     Perhatikan fenomena yang terjadi, jika perlu tambahkan 1 sendok garam lagi untuk melihat efeknya berlanjut.
Kedua:
      1.     Isi botol dengan minyak sayur sampai hampir penuh
      2.   Kemudian, masukkan air ke dalam botol (air akan berada di dasar botol)
      3.   Teteskan pewarna makanan (warna apa saja sesuai keinginan sobat)
      4.   Masukkan tablet alka-seltzer atau bisa dengan baking soda (sehingga tablet turun dan tercampur dengan air)
     5.   Dari kombinasi campuran larutan tersebut, maka akan membentuk "Lava" yang berputar-putar di dalam botol
 Apa kata sains ?
 itu yang membuat reaksi tersebut terjadi, ketika tablet alka seltzer terkena air, maka akan bereaksi dan menghasilkan gelembung karbon dioksida sama halnya ketika kita mencampur cuka dengan baking soda. Gelembung karbon dioksida tersebut membuat air pada dasar botol terangkat ke atas. Ketika sampai ke permukaan, gas karbon dioksida terlepas dan menyebabkan air yang tadinya berada di atas, menjadi turun kembali ke dasar botol. Percobaan ini bisa diulang tergantung banyaknya tablet yang dimasukkan.
5. . Pensil yang bengkok di dalam air
Percobaan ini akan mengajarkan anak tentang pembiasan cahaya pada medium yang berbeda
Bahan yang dibutuhkan:
  • Gelas bening yang diisi air putih
  • pensil
Percobaannya sangat sederhana, masukkan pensil ke dalam gelas bening yang berisi air. Lalu amati dari arah samping. Akan tampak bahwa pensil tidak lagi lurus.
Sub Tema : UDARA
1.      Membuat balon mengembang  tanpa meniup (1)

Alat dan bahan
  1. Satu bungkus serbuk ragi (misal fernipan)
  2. Gula pasir 2 sendok makan
  3. botol air mineral 600 mL
  4. air hangat (ragi tidur pada suhu dingin ….. hehehehe)
  5. balon
 

Percobaan
  1. Isi botol dengan air hangat sekitar 10 cm
  2. Masukkan 1 bungkus ragi dan goyang-goyang agar tercampur
  3. Tambahkan 1-2 sendok makan gula dan goyang-goyang hingga agak larut
  4. Pasang balon pada tutup botol
  5. balon akan mengembang perlahan (tidak secepat yang pake cuka dan soda kue) –> untuk mempercepat botol  bisa dicelupkan di air hangat
Penjelasan
Berbeda dengan reaksi cuka dan soda kue yang merupakan reaksi asam basa, reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah reaksi redoks. Gula/Sukrosa akan dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh ragi
Sukrosa (C12H22O111)     + air (H2O)   –> Glukosa (C6H12O6)  + fruktosa (C6H12O6)
Selanjutnya Glukosa dan fruktosa akan dioksidasi menjadi CO2 dan H2O oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh ragi
C6H12O6 + 3 O2 –> 6 CO2 (g)  + 6H2O (l) + energi
gas karbondioksida (CO2) ini lah yang membuat balon mengembang sedangkan energi dimanfaatkan oleh ragi untuk hidup
Reaksi ini sebenarnya jauh lebih kompleks dibandingkan yang tertulis di atas. Penasaran ? coba lihat dua gambar berikut deh :
2.       Balon yang tahan api
Percobaan ini menunjukkan sifat air sebagai konduktor panas.
Untuk percobaan ini, hal yang perlu disiapkan adalah:
  • balon
  • lilin
  • air
Percobaannya sebagai berikut:
  • Nyalakan lilin, lalu tiuplah balon. Letakkan balon di atas api lilin, maka balon itu akan meledak. Lakukan dengan hati-hati, balon yang meledak bisa membuat kaget atau terluka.
  • Ambil balon yang lain, lalu isi dengan air. Setelah itu, tiuplah balon dan kemudian letakkan di atas api lilin. Maka kali ini balon tidak akan meledak.
Balon yang diisi air tidak akan meledak karena panas yang berasal dari api akan diserap oleh air sehingga permukaan karet balon tidak menjadi terlalu panas, sehingga balonnya tidak sampai pecah.

3. Balon yang mengembang tanpa ditiup (3)
Percobaan ini menunjukkan tentang adanya benda gas di sekitar kita.
Untuk percobaan ini, hal yang perlu disiapkan adalah:
  • minuman bersoda
  • balon
  • permen mentos
Percobaannya sebagai berikut:
Masukkan permen mentos ke dalam minuman bersoda
Tutup botol minuman tersebut dengan balon, lalu kocok-kocok
Biarkan beberapa saat, maka balon akan mengembang sendiri tanpa ditiup.
Sub. Tema : API
 


1.      membuat api terbang

1. Teh celup (gunakan yang kemasannya dilipat dan ada staplesnya)
2. Korek api
3. Piring atau wadah

Langkah-langkah:
1. Buka satu kemasan teh celup (lepaskan staplesnya), keluarkan teh yang ada di dalam kemasan. Kemudian bentuk kemasan teh celup hingga menyerupai silinder (bisa diberdirikan di atas wadah).

2. Nyalakan korek api, kemudian bakar bagian atas silinder kemasan teh celup.

3. Biarkan api bergerak ke bawah dan membakar silinder kemasan teh celup tersebut.

4. Ketika api mendekati bagian bawah, kemasan teh celup tersebut Api akan terbang dan melayang ke atas.

Bagaimana hal itu dapat terjadi?
Ketika api membakar bagian atas silinder teh celup, udara di sekitarnya memanas, mengembang dan bersifat kurang padat. Karena udara panas di atas api kurang padat dari udara (dingin) di sekitarnya, maka kemasan teh celup tersebut akan terdorong dan terbang ke atas.

 SELAMAT MENCOBA

Rabu, 18 Februari 2015

PERKEMBANGAN AKTIVITAS FISIK MOTORIK ANAK TK (Anak Usia Dini)



PERKEMBANGAN  AKTIVITAS MOTORIK

            Perkembangan motorik akan terus berkembang sejalan dengan usia anak. Jaringan saraf mereka berkembang sesuai pertumbuhan otak dan mereka akan mampu mengembangkan berbagai gerakan dan mengembangkannya dengan baik. Kecepatan perkembangan motorik dipengaruhi oleh gizi, kesehatan, dan lingkungan fisik lain misalnya tersedianya alat permainan serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk melatih berbagai gerakan. Disamping mengembangkan kemampuan motoriknya, anak juga mengembangkan kemampuan mengamati, mengingat hasil pengamatannya dan pengalamannya. Anak mengamati gerakan-gerakan yang dilakukan teman-temannya atau yang telah dilatihkan kepadanya, kemudian mengingat gerakan-gerakan motorik yang telah dilakukannya untuk melakukan perbaikan dan penghalusan gerak.Sebelum mampu memadukan aktivitas motorik yang lebih kompleks anak juga harus memiliki keterampilan dasar terlebih dahulu.
            Seperti telah disebutkan di atas bahwa secara umum aktivitas motorik ada dua macam yaitu :
    
1. Aktivitas motorik halus (Fine motor activity)

                        Kontrol motorik halus telah didefinisikan sebagai kemampuan untuk  mengkoordinasi atau mengatur penggunaan bentuk gerakan mata  dan tangan secara efisien, tepat dan adatif. Bentuk-bentuk gerak ini dapat dimanifestasikan mereka sendiri dalam berbagai variasi yang mencakup semua aktivitas seperti menulis, menggambar, memberi warna, memotong dan sebagainya. Pola-pola gerakan ini ditunjukkan sebagai keterampilan koordinasi mata-tangan.
                        Perkembangan kontrol motorik halus atau keterampilan koordinasi mata tangan mewakili bagian yang penting dan integral perkembangan motorik secara total  dan secara jelas mencerminkan perkembangan kapasitas sistem saraf pusat (Central Nervous System) untuk mengangkat dan memproses input visual dan menterjemahkan input tersebut ke dalam bentuk keterampilan.
                        Untuk melakukan keterampilan dengan baik, maka perilaku yang perlu dilakukan anak harus dapat berinteraksi dengan praktek, dan melakukan komunikasi terhadap obyek sekolah dan lingkungan rumah. Gerakan ini tidak terlalu membutuhkan tenaga, dibandingkan dengan aktivvitas motorik kasar.
                        Gerakan motorik halus yang terlihat saat anak usia dini; antara lain adalah anak mulai dapat menyikat giginya, menyisir rambutnya, membuka dan menutup retsluiting, memakai sepatu sendiri, makan sendiri dengan mengggunakan sendok dan garpu, mengancingkan baju. Jika gerakan motorik halus anak semakin baik, maka anak akan dapat berkreasi, seperti menggambar gambar sederhana dan mewarnai, menggunting kertas dengan hasil yang lebih halus, menajamkan pensil dengan rautan pensil, menjahit dan menganyam kertas.
                        Dalam melakukan gerakan motorik halus diperlukan dukungan keterampilan lain serta kematangan mental, misalnya keterampilan membuat gambar. Dalam membuat gambar selain anak memerlukan keterampilan menggerakkan pergelangan tangan, anak juga memerlukan keterampilan kognitif yang memungkinkan terbentuknya sebuah gambar. Misalnya untuk menggambar lingkaran, anak perlu memahami bentuk lingkaran terlebih dahulu.
                        Kemampuan seorang anak untuk melakukan gerak motorik tertentu tidak akan sama dengan anak lain walaupun usia mereka sama.. Misalnya Anik anak yang berusia empat  tahun sudah dapat membuka bajunya sendiri, sedangkan Didi yang usianya juga sama masih memerlukan bantuan untuk membuka bajunya sewaktu pulang sekolah. Jenis kelamin juga berpengaruh terhadap motorik anak TK. Anak perempuan lebih sering melakukan keterampilan yang membutuhkan keseimbangan tubuh, seperti permainan lompat tali sedangkan anak laki-laki lebih senang melakukan keterampilan lempar tangkap bola atau menendang bola atau berperilaku yang mementingkan kecepatan dan kekuatan.

2. Aktivitas motorik kasar (Gross motor activity)

                        Aktivitas motorik kasar terbentuk saat anak mulai memiliki koordinasi dan keseimbangan hampir seperti orang dewasa. Aktivitas motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak.Oleh sebab itu memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar.
            Perkembangan motorik kasar  difokuskan pada keterampilan yang biasa disebut dengan keterampilan motorik dasar (fundamental motor skills). Keterampilan dasar yang akan dibicarakan adalah merupakan sifat khas perkembangan motorik anak usia 3 sampai 6-7 tahun yang meliputi :
a. Gerak lokomotor (gerakan berpindah tempat) di mana bagian tubuh tertentu bergerak atau berpindah tempat.
    Gerakan yang termasuk gerak lokomotor adalah :
1). Berjalan, yaitu memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain dengan melangkahkan kaki berulang-ulang dan bergantian, dimana sati kaki pasti menginjak tanah atau lantai.
2). Berlari, yaitu mirip berjalan namun ada waktu di mana kedua kaki tidak menginjak lantai.
3). Melompat, yaitu memindahkan tubuh ke depan dengan bertumpu pada sastu kaki dan mendarat dengan kedua kaki.
4) Meloncat, yaitu memindahkan tubuh ke depan atau ke atas dengan bertumpu pada kedua kaki dan mendarat dengan kedua kaki.
5). Merangkak, yaitu menggerakkan tubuh dengan bertumpu pada telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung kaki.
6) Merayap, yaitu menggeakkan tubuh dengan bertumpu pada telapak tangan sampai siku dan badan bagian depan mulai dari dada sampai ujung kaki.
7). Berguling, yaitu memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain dengan cara merebahkan diri lalu menggulingkan seluruh badan ke kanan atau ke kiri.
8). Berjingkat, yaitu memindahkan tubuh ke depan dengan cara bertumpu pada salah satu kaki baik kiri maupun kanan dan mendarat pada kaki yang sama.

b. Gerak non-lokomotor (gerakan tidak berpindah tempat) di mana sebagian anggota tubuh tertentu saja yang digerakkan, namun tidak berpindah tempat.Gerakan yang termasuk gerak non-lokomotor adalah :
1). Gerakan-gerakan memutar tubuh atau bagian-bagian tubuh (kepala, pinggang, lutut, lengan, pergelangan kaki dan pergelangan tangan.
2). Menekuk atau membungkukkan tubuh, seperti gerakan bngun tidur (sit up), duduk dan membungkuk sambil memeluk dua kaki, menelungkup dan menarik ke atas kedua kaki, dada sampai kepala.
3). Latihan keseimbangan , seperti sikap lilin ( berbaring telentang dan kedua kaki dinaikkan lurus ke atas ), gerak pesawat terbang ( salah satu kaki diangkat, kedua tangan direntangkan lalu perlahan badan dibungkukkan ).

c. Gerak manipulatif, adalah aktivitas yang dilakukan di mana ada sesuatu yang digerakkan.  Misalnya melempar, menyepak, memukul, menangkap, memantul-mantulkan bola atau benda lainnya.
            Gerak lokomotor, non lokomootor dan manipulatif bisa saling dikombinasikan, misalnya  lari sambil menyepak bola. Dengan demikian pola gerak adalah gerak dasar yang berhubungan dengan pelaksanaan suatu tugas tertentu. Oleh karena itu banyak anak yang bisa melaksanakan pola gerak dasar dengan kecakapan yang berbeda-beda.
            Keterampilan motorik dasar dikembangkan pada masa anak pra sekolah dan pada masa sekolah awal, dan ini akan menjadi bekal awal untuk mendapatkan keterampilan gerak yang efisien bersifat umum dan selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk perkembangan keterampilan motorik yang lebih khusus.
            Perkembangan motorik dasar adalah merupakan fungsi kematangan (maturity) dan pengalaman. Kematangan merupakan suatu keadaan dimana keterampilan motorik dasar berkembang, tetapi sebaliknya keterampilan dasar tidak akan dapat berkembang tanpa latihan yang sesuai (pengalaman). Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan keterampilan motorik dasar anak usia Sekolah Taman Kanak-Kanak secara jelas dikatakan bahwa satu diantara 5 anak mengalami ketinggalan dalam perkembangan keterampilan motorik dasar (Temple,1979).
            Motorik kasar lebih dahulu berkembang dari pada motorik halus. Hal ini dapat dilihat saat anak dapat mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menulis dan melipat, terlebih dahulu ia sudah menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan.
Didalam Standard Kompetensi Kurikulum TK tercantum bahwa tujuan pendidikan di Taman Kanak-kanak adalah membantu mengembangkan berbagai potensi anak baik psikis maupun fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian, dan seni. Untuk pengembangan kemampuan dasar anak, dilihat dari kemampuan fisik/ motoriknya maka guru-guru PAUD akan membantu meningkatkan keterampilan fisik/motorik anak dalam hal mengenalkan dan melatih gerakan motorik kasar dan motorik halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat, sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat dan sehat serta terampil.
            Adapun kompetensi dasar motorik anak usia dini yang diharapkan dapat dikembangkan guru adalah agar anak mampu :
1. Melakukan aktivitas motorik/fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan, kebe
   ranian, keseimbangan, kelincahan dan persiapan untuk menulis.
2. Mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai media menjadi suatu karya seni.
            Di sekolah, gurulah yang menentukan apa aktivitas motorik anak yang dapat dilakukan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Guru juga berperan dalam menumbuhkan minat anak terhadap berbagai kegiatan motorik anak seperti berbagai jenis olahraga, menggambar, melipat kertas, membuat kalung dari berbagai bahan. Minat anak terhadap suatu jenis kegiatan motorik sangat beragam.Disini guru dapat mengarahkan dan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti semua kegiatan motorik tersebut, dengan tujuan agar gerakan motorik anak dapat dikembangkan dengan baik.

C. MANFAAT  PENGEMBANGAN  MOTORIK  ANAK  USIA DINI.

            Pada saat anak mencapai usia 3-6 tahun (prasekolah) ada ciri yang jelas berbeda dengan anak bayi. Perbedaannya terletak pada penampilan, proporsi tubuh, berat badan, tinggi badan,dan keterampilan yang mereka miliki. Seperti halnya otot-otot tubuh anak prasekolah nampak berkembang dan memungkinkan bagi mereka untuk melakukan berbagai keterampilan. Otot dan sistem tulang akan terus berkembang sejalan dengan usia mereka. Kepala dan otak mereka telah mencapai ukuran orang dewasa, Jaringan syaraf mereka juga berkembang sesuai pertumbuhan otak dan mereka akan mampu mengrembangkan berbagai gerakan dan mengendalikannya lebih baik.
            Bila ia mengalami hambatan tertentu, misalnya tubuhnya terlalu gemuk atau malas dan lemas bergerak, anak akan sulit mengikuti permainan yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya. Disamping itu secara tidak langsung pertumbuhan dan perkembangan motorik anak akan mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri dari orang lain. Sebagai contoh : anak yang kurang terampil dalam menangkap bola akan cepat menyadari bahwa dirinya tidak dapat mengikuti permainan yang menggunakan bola. Hal ini menyebabkan ia menarik diri dari lingkungan teman sebayanya. Berdasarkan hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa keterampilan motorik sangat diperlukan untuk anak.

Kemampuan motorik juga bermanfaat bagi :

1. Perkembangan fisiologis anak.
            Melalui bermain anak akan melakukan gerakan-gerakan. Kegiatan tersebut akan menstimulasi proses fisiologis anak seperti pernafasan dan peningkatan peredaran darah. Kegiatan motorik kasar anak merupakan pengenalan awal kegiatan berolahraga. Jika sejak kecil anak sudah terbiasa melakukan kegiatan motorik maka akan berakibat baik untuk pembentukan postur tubuhnya.
            Disamping itu kegiatan motorik juga akan membuat tulang dan otot anak bertambah kuat. Bertambah kuatnya tulang membuat kekuatan anak juga bertambah, sebaliknya kekurang-aktifan anak dalam bergerak akan membuat tulangnya menjadi rapuh dan sering terkena penyakit. Banyaknya aktivitas bergerak juga  akan mengontrol berat badan anak, yang berat badannya berlebih akan bergerak lebih sedikit dibandingkan dengan anak yang berat badannya normal.
            Sejak kecil anak harus diberikan kegiatan motorik yang bervariasi yang memungkinkan mereka untuk begerak. Jika ia berhasil melakukan suatu aktivitas motorik, maka selanjutnya ia mau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut kembali.


2. Perkembangan kognitif anak.
            Apabila anak berinteraksi dengan lingkungannya, berarti sekaligus anak dipengaruhi lingkungan dan anak mempengaruhi lingkungan. Dengan demikian hubungan anak dengan lingkungan bersifat timbal balik, baik bersifat perkembangan psikologis maupun pertumbuhan dan perkembangan motorik.Keterampilan motorik anak akan menumbuhkan kreativitas dan imajinasi anak yang merupakan bagian dari perkembangan mental anak. Dengan demikian para ahli menekankan bahwa kegiatan motorik, dan keterampilan motorik anak akan dapat meningkatkan kemampuan intelektual anak. Gerakan yang mereka lakukan saat mereka bermain bermanfaat untuk membuat fungsi belahan otak kanan dan otak kiri anak seimbang belahan otak kiri akan mengatur cara berfikir logis dan rasional, menganalisis, bicara serta berorientasi. Sedangkan belahan otak kanan berperan mengatur hal-hal yang intuitif, bermusik, menari, dan kreativitas. Berbagai permainan yang dilakukan anak akan membuat otak kiri dan otak kanan berfungsi dengan baik. Perkembangan kemampuan motoriknya akan dapat mengembangkan kognitif anak dalam berimajinasi dan berkreativitas.
           
3. Perkembangan Sosial dan Perkembangan Anak.
            Anak-anak usia dini pada umumnya sangat aktif. Mereka telah memiliki penguasaan terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri. Gerakan-gerakan motorik membuat otot-otot besar pada anak lebih berkembang dari pada kontrol terhadap jari dan tangan. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil untuk melakukan kegiatan yang rumit seperti mengikat tali sepatu.
            Umumnya anak usia dini mempunyai satu atau dua sahabat, tetapi sahabat ini cepat berganti. Mereka dengan cepat dapat menyesuaikan diri secara sosial, mereka mau bermain dengan teman. Sahabat yang dipilih biasanya yang sama jenis kelaminnya, tetapi kemudian berkembang yaitu mau bersahabat dengan lawan jenisnya. Anak laki-laki lebih banyak bermain fungsional-soliter dan asosiatif dramatis dari anak perempuan. Sedangkan anak perempuan lebih banyak bermain soliter, konstruktif-paralel dan dramatik dibandingkan dengan anak laki-laki.
            Perselisihan sering terjadi, tetapi sebentar kemudian mereka telah berbaik kembali. Anak laki-laki lebih banyak melakukan tingkah laku agresif dan perselisihan, mereka umumnya menyukai bermain diluar, bermain kasar. Anak usia dini pada umumnya telah mampu melakukan gerakan motorik dengan mantap, seperti berlari dan melempar. Baik orang tua maupun guru perlu memberikan kesempatan berbagai kegiatan yang aman bagi mereka, tetapi jangan terlalu mengharapkan suatu penguasaan gerakan diluar kemampuan anak. Meskipun mereka sudah mampu duduk diam untuk waktu yang singkat, mereka tetap masih membutuhkan latihan gerakan sehingga anak-anak tidak terlalu banyak duduk. Untuk melakukan gerakan motorik halus, misalnya mewarnai gambar, masih banyak coretan-coretan yang keluar dari pola yang harus diwarnai. Demikian pula bila mereka melakukan kegiatan jasmani yang disertai aturan-aturan, anak-anak masih sering mengalami kesulitan. Anak sangat membutuhkan latihan kegiatan jasmani yang disertai kebugaran dan aktivitas yang tinggi, tetapi saat ini justru ada kecendrungan anak lebih banyak melakukan kegiatan pasif seperti menonton televisi atau duduk diam dikursi.
            Anak yang mempunyai kemampuan motorik yang baik akan mempunyai rasa percaya diri yang besar. Lingkungan teman-temannya pun akan menerima anak yang memiliki kemampuan motorik yang lebih baik, sedangkan anak yang tidak memiliki kemampuan gerak tertentu akan kurang diterima teman-temannya.Penerimaan teman-teman dan lingkungannya akan menyebabkan anak mempunyai rasa percaya diri yang baik. Contohnya, seorang anak yang mempunyai kemampuan lempar tangkap bola yang lebih baik dari teman-temannya, ia akan diterima dengan baik oleh teman-teman sebayanya. Ia akan mempunyai teman lebih banyak, dan kegiatannya pun akan bertambah banyak karena ia akan diajak oleh teman-temannya mengikuti berbagai kegiatan lainnya. Sebaiknya sejak dini anak-anak diberikan kegiatan motorik secara bebas sesuai dengan kemampuan mereka sendiri dan dilakukan dengan senang hati.


A.    KARAKTERISTIK  PERKEMBANGAN  MOTORIK

            Karakteristik perkembangan motorik halus maupun motorik kasar menurut Walkey (1996) pada anak usia dini adalah sebagai berikut :

1. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Usia > 3 - 4 Tahun
            a. Meremas kertas.
            b. Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri.
            c. Menggambar garis lingkaran dan garis silang(garis datar  dan tegak).
            d. Menyusun menara empat sampai tujuh balok.
            e. Mengekspresikan gerak tari dengan irama sederhana.
            f. Melempar bola.
            g. Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh mkin baik).
            h. Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik).
            i. Berlari di tempat.
            j. Naik turun tangga tanpa berpegangan.
            k. Melompat dengan satu kaki bergantian.
            l. Merayap dan merangkak lurus ke depan.
            m. Senam mengikuti contoh.

2. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Usia > 4 - 5 Tahun
            a. Menempel.
            b. Mengerjakan puzzle (menyusun potongan-potongan gambar).
            c. Mencoblos kertas dengan pensil atau spidol.
            d. Makin trampil menggunakan jari tangan (mewarnai dengan rapi).
            e. Mengancingkan kancing baju.
            f. Menggambar dengan gerakan naaik turun bersambung(seperti gunung / bukit).
            g. Menarik garis lurus, lengkung dan miring.
            h. Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi.
            i. Melempar dan menangkap bola.
            j. Melipat kertas.
            k. Berjalan diatas papan titian.
            l. Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur di atas satu garis).
            m. Memenjat dan bergelantungan (berayun).
            n. Melompati parit atau guling.
            o. Senam dengan gerakan kreativitas sendiri

Permainan.
         Bagi anak bermain merupakan seluruh aktivitas anak termasuk bekerja dan kesenangannya,dan juga merupakan metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bermain merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan dan kasih sayang. Anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk perkembangan fisik, mental dan emosinya. Anak akan bermain sepanjang aktivitas tersebut menghiburnya, bila merasa bosan mereka akan berhenti bermain. Ketika mereka semakin matang, mereka mulai lebih menyadari kebutuhan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuannya dalam permainan. Permainan yang cukup rumit akan menuntut anak menggunakan kemampuan kognitif dalam mengembangkan strateginya pada waktu melakukan permainan

Contoh Permainan Tanpa Alat.
a. Mari Berjalan Menjelajahi Ruang.
    Tujuan permainan ini adalah anak berjalan ke berbagai arah dengan berbagai cara.
    Pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
         Anak-anak berdiri bebas di dalam ruangan, menghadap ke arah guru.
   " Mari berjalan mengelilingi ruangan tanpa mengganggu anak-anak lain".
    " Coba anak-anak berjalan dengan angkat tumit,.....yaaa....berjalan langkah biasa".
     Anak-anak berjalan .....,
      belok ke kanan.........,
      belok ke kiri.......,
      langkah panjang ..........,
      berhenti.
      Anak-anak berkumpul lagi dalam susunan bebas.

    b. Permainan Kucing dan Tikus.
               Anak-anak dijadikan dua kelompok, salah satu kelompok membuat lingkaran sambil bergandengan tangan, sedangkan kelompok yang lainnya menjadi tikus.Tunjuklah seorang untuk menjadi kucingnya. Anak-anak yang menjadi tikus berada di dalam lingkaran. Apabila ada tanda mulai atau bunyi pluit, maka segera kucing mengejar tikus, dan tikus lari menyelamatkan diri agar tidak tertangkap oleh kucing. Apabila ada tikus yang tertangkap, maka tikus tersebut menjadi kucing dan yang tadinya menjadi kucing ganti menjadi tikus. Setelah 3-5 menit anak-anak berganti kelompok, yang tadinya menjadi tikus ganti menjadi lingkaran.

. Contoh Permainan dengan Alat.
    a. Bola Gilir.
        Tujuan permainan ini adalah untuk melatih kerja sama dan keterampilan memegang bola.
1). Bentuklah barisan.
2). Berikan bola pada anak terdepan.
3). Anak-anak diperintahkan memindahkan bola kepada teman di belakangnya melalui selangkangan kaki.
4). Ketika bola sampai pada anak yang paling belakang, bola tersebut dioper ke depan melaluai kepala.
5). Setiap kali permainan ini diulang anak-anak akan mencoba mengoperkan bola tersebut secepat mungkin.

b. Tali Sirkus.
    Tujuan permainan ini adalah untuk melatih keseimbangan.
    Pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
           Berceritalah tentang sirkus.Tanyakan kepada anak-anak apakah mereka pernah melihat tali yang biasa dipakai pemain sirkus untuk berjalan di atas.
1) Tempelkan pita panjang di lantai.
2). Anggaplah pita tersebut tali sirkus.
3). Berilah contoh bagaimana berjalan sangat hati-hati di atas tali tersebut dengan menempatkan satu kaki di depan kaki lainnya.
4) Putarlah musk dan biarkanlah anak-anak berpura-pura berjalan di atas tali sirkus.
5) Pada waktu mereka berjalan, anjurkan gerakan-gerakan lain seperti berdiri dengan satu kaki sambil menjaga keseimbangan, atau berjalan mundur.