TK NEGERI PEMBINA KAWEDANAN MAGETAN SELALU MENEMANI ANDA

Selasa, 01 Juli 2014

GARUDAKU....INDONESIAKU

Garudaku.....Indonesiaku
Saat ini ibu pertiwi sedang menangis pilu...
Karena melihatmu tak segagah dulu
Karena melihatmu tak seperkasa  dulu....
Garudaku ......Indonesiaku
Akupun jadi jengah apabila tak bisa menjawab tanya
Dari  saudara – saudara kita yang ada diluar sana
Ketika  mereka kembali ke negeri Indonesia raya
Kenapa garuda indonesia telah berubah warna
Kemana warna emas  yang tak lagi menghias tubuhnya
Kenapa warnanya berubah menjadi merah menyalah
Berlumur darah menahan amarah
Garudaku......Indonesiaku
Bagaimana kalau pertanyaan yang sama keluar juga dari anak cucu kita.....
Apakah boleh baju kebesaran garuda berganti warna...
Siapa yang telah mengganti warna emas yang jaya .....
Kenapa harus berganti warna menjadi merah menyala
Ah....inginnya nanti kuberitakan pada mereka
Bahwa warna Garuda telah dirubah oleh sang penguasa
Karena sang penguasa ingin kelihatan gagah.....
Karena sang penguasa ingin menjadi juara....
Karena sang penguasa ingin memimpin negeri kita
Walau mungkin telah mencederai pahlawan bangsa
Walau mungkin telah keluar dari koridor yang seharusnya
Walau mungkin juga membuat dirimu, diriku dan diri kita semua menajdi terluka.....
Luka anak bangsa yang suatu saat akan menjadi bara
Bara yang nanti suatu saat menjadi kekuatan luar biasa
Kekuatan yang luar biasa yang menginginkan ditegakkan kembali demokrasi Pancasila
Garudaku.......Indonesiaku
Sungguh aku kasihan padamu, pada anak bangsa yang tak berani berbuat apa – apa
Untukmu....untuk kebesaran negara tercinta kita
Mereka semua seaakn bungkam ketika melihatmu tersandera oleh kepentingan sang penguasa
Garudaku .....Indonesiaku
Berbesar hatilah....terimalah.....dan makhlumilah.......
Inilah potret  para pemuda yang telah meneriakan dengan keras .... garuda di dadaku....
Garuda kebanggaanku.......tetapi maksudnya bukan garudaku ..Indonesiaku
Tetapi Garuda merah ....membara....menyala.....
Tetapi....aku percaya,  diantara mereka yang telah melupakanmu .....
Masih banyak pemuda – pemuda yang benar – benar akan membelamu
Yang akan membasuh merah darah ditubuhmu.....
Mengembalikanmu dengan warna keemasanmu....
Garudaku.......Indonesiaku.......selalu untukmu...MERDEKA!!!!!!!!



Kamis, 26 Juni 2014

Antara Pangeran Gajah dan Rakyat Semut

Antara  Pangeran  Gajah  dan Rakyat Semut

Pagi itu Negara hutan belantara dikejutkan oleh auman keras seekor harimau yang membangunkan warganya untuk segera hadir di lapangan untuk mendengarkan sang Pangeran Gajah berorasi.  Singa, burung elang, beruang, srigala semua berlari menuju lapangan  untuk mendengarkan pidato sang Pangeran Gajah. Pangeran Gajah terlihat sangat gagah, badannya tegap, maklum pensiunan panglima perang, suaranya lantang, yah harap dimaklumi juga karena biasa memberi komando. Dengan suara menggelegar sang Pangeran menyerukan kepada semua pendukungnya untuk merapatkan barisan, bagaimanapun caranya pangeran gajah tak mau tahu , karena sang Pangeran Gajah ingin menang dalam pemilihan Raja hutan, dan ironisnya musuhnya sangat tidak sepadan dengan kegagahan sang pangeran. Karena musuhnya hanyalah seekor semut kecil, yang sekali injak pasti sudah tak berdaya....
Harimau, Singa, burung elang, beruang dan orang hutan bisa dipastikan sekumpulan binatang buas yang mempunyai kekuatan yang luar biasa, yang secara akal sehat tak mungkinlah bisa dikalahkan oleh seekor semut yang dilihat dari postur tubuhnya , suaranya, apalagi dengan kekuatannya jelas sangat tidak imbang. Semut hanyalah serangga kecil yang tak mempunyai daya....begitu pikir mereka. Keciiiil........
Sementara itu semut hitam yang sopan, yang selalu setia kawan, yang selalu bekerja keras dan suka hidup bergotong royong itu diam terpaku, menyaksikan kekuatan lawannya. Tak jarang dengan sengaja kawanan pangeran gajah menginjak nginjak sarang semut yang baru saja dibangun dengan gotong royong. Tetapi semut masih bisa bersabar diri dan hanya bisa berkata dalam hati RA POPO.
Semut yang bijaksana itu rupanya tidak sendiri, ada beberapa binatang lemah lainnya yang ikut mendukung semut untuk tetap berjuang untuk kebaikan negara Hutan. Mereka semua ingin lepas dari ketakutan yang luar biasa yang sewaktu – waktu akan menjadi kenyataan, mereka kaum binatang lemah akan dimangsa habis oleh segerombolan pengikut pangeran Gajah yang menurut mereka tidak tegas tetapi buas. Disaat semut sedang berfikir keras tak jarang sang kodok menemaninya bersama sang jangkrik dengan menyanyikan lagu merdu menjadi sebuah harmoni yang indah. Sedangkan di rumah besar Pangeran Gajah terdengar musik keras yang dinyanyikan oleh burung elang dengan suaranya yang keras menggelegar, yang akhirnya ketahuan bahwa lagu yang dinyanyikan burung elang adalah  PLAGIAT yang banyak menuai kecaman dari pengamat politik yang ada Di Hutan seberang. Nah Loh.......
Kadang tak terpikirkan oleh kita semua, bahwa kekuatan yang kita anggap lemah, yang tak mungkin melakukan perlawanan justru disaat yang sulit akan menjadi kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang diluar pikiran/nalar kita. Kadang dibalik kelemahan ada kekuatan yang tak terbendung. Dan kekuatan dan keberanian untuk melawan itupun yang berusaha dihimpun oleh sang semut. Dan disaat yang tepat , ketika pesta Pemilihan Raja Hutan itupun dimulai, sang semut yang kecil dan lemah itupun dengan dada membusung menandakan tak gentar dengan lawannya yang gagah perkasa , memulai perdebatan dengan pangeran Gajah yang katanya mempunyai IQ 152 yang sayangnya tidak disertai dengan SQ dan EQ, sehingga tak jarang dalam perdebatan sering emosi, materi debatpun mulai dari masalah ekonomi, politik sampai ketahanan nasional kehutanan, dan diluar duagaan pengetahuan semut yang suka bekerja keras dan belajar keras itupun mampu mengalahkan kecongkakan pangeran gajah, karena pangeran Gajah yang katanya jenius inipun untuk beberpakali sering harus mengangguk setuju dengan pendapat Semut yang tidak jenius tapi bijaksana. Pangeran Gajah merasa malu,. Akhirnya karena merasa malu Gajahpun cari cara untuk membuat semut menyerah. Lalu dibuatlah adu kekuatan fisik, dengan pongahnya Gajah mengatakan bahwa dia pasti menang, karena dengan sekali injak, pasti semut akan mati.
Tetapi gajah lupa bahwa semut yang kecil dan dianggap lemah itu begitu cerdiknya, sehingga setiap kali gajah mau menginjak tubuh mungilnya, dengan gesit dia bisa dengan mudah menghindar (mungkin dikarenakan semut suka blusukan, jadi badannya boleh kecil tapi sangat prima kalau dipakai sekedar menghindar dari serangan gajah ), hingga akhirnya disaat pangeran Gajah sudah kehabisan tenaga dan akal untuk  mengalahkan  lawannya , dengan gesit semut kecil itu merayap ditubuh gajah, terus merayap dan masuklah ke lobang telinga Gajah, dengan sekuat tenaga digigitnya gendang telinga gajah, dan dia berlari lari di rongga telinga  sambil sekali – kali mengigit lagi. Gajah yang sudah sangat capek karena kehabisan tenaga, merontah, menerjang, menerkam, membenturkan kepalanya, badannya, untuk mengusir semut yang ada di dalam telinganya, tetapi semut dengan gesitnya  tak mampu dikeluarkan dari telinga .
Akhirnya  Gajah tak tahan , dia berlari kencang sambil meraung kesakitan bersamaan dengan jatuhnya dirinya ke dalam jurang.  Pangeran Gajahpun menemui ajalnya. Semut kecil keluar dari lubang telinga Gajah, disambut sorak sorai yang meriah dari binatang – binatang hutan yang lainnya. Singa, Macan, Beruang dan orang hutanpun, melihat kondisi yang tidak menguntungkan dirinya lari tunggang langgang,tapi tak dibiarkan begitu saja , ulat bulu dengan segera menyerbu singa, Singa merasa gatal dan meraung – raung tak tahan, Lintah dengan erat menempel kuat ditubuh harimau untuk menyedot darahnya, labah – labah membuat sarang yang kuat untuk menjerat orang hutan dan lebahpun dengan gerombolannya langsung menyerang burung elang.
Kisah ini mungkin bisa dijadikan  pembelajaran hidup kita, janganlah bersombong diri ketika merasa mempunyai kekuasaan, kekayaan, kekuatan dan kebuasan. Karena sesungguhnya yang benar- benar kuat, yang benar -benar kuasa dan yang benar – benar kaya hanya SANG PENCIPTA.
Kadang kita dibutakan dengan penampilan luar seseorang yang kadang kita sulit untuk mendefinisikan antara tegas dan buas, Persepsi sebagaian orang bahwa Setiap yang mampu bersuara keras menggelegar, yang mempunyai dukungan orang - orang hebat, kita terlena untuk tidak bisa lepas dari pesonanya. Kita tak bisa berfikir jernih dalam menilai seseorang, karena kadang kita sendiri telah ditekan oleh orang yang lebih berkuasa dari kita, kadang memang tidak sesuai dengan hati nurani tetapi karena ingin cari selamat ya... diikuti (walaupun itu juga masih spekulasi). Karena sesungguhnya KENISCAHYAAN itu hanya milik  SANG PENCIPTA, dan SANG PENCIPTA lebih suka akan doa orang yang papah tapi tulus dan ikhlas, daripada orang kaya yang munafik dan penuh intrik.
Mungkin kisah ini tidak sesuai  apabila divisualkan dalam kehidupan manusia, tetapi paling tidak setiap sikap, sifat binatang terkadang memang dipunyai manusia. Cobalah kita lihat apa yang terjadi dinegeri kita ini. Orang makan orang demi kekuasaan. Segala macam cara dihalalkan untuk dapat merebut kekuasaan . sehingga terkadang tak terpikirkan oleh mereka , betapa mereka telah banyak menyakiti sesamanya dengan fitnah, dengan tuduhan yang tak beralasan tak jarang juga memecat dari  keanggotaan karena beda pilihan.
 Wahai teman – temanku semua yang budiman Tidak bisakah kita sudahi  pertikaian yang tak berujung pangkal ini, tak bisahkah kita hidup damai berdampingan walaupun pilihan kita beda.....tak bisahkah kita mulai berkata – kata yang menyejukkan tanpa harus menyudutkan apalagi menyebar fitnah , tak bisahkah kita bersikap sportif  , Tidak bisahkah kita menghargai  perbedaan pendapat dari saudara – saudara kita.........yang bisa menjawab hanya anda sendiri......salam  damai dari Catatan Nining......Merdeka !


Rabu, 25 Juni 2014

MASIH TENTANG PESTA DEMOKRASI

Lebih dari satu minggu dengan sengaja aku tidak lagi aktif ngeblog atau buka internet apalagi buka FB atau Twiter, sama sekali tidak......karena aku hanya ingin mengukur tingkat kenatralanku dalam menyikapi pesta demokrasi 5 tahunan yang luar biasa ini. Mungkin ketika aku memilih salah satu jago dari kandidat presiden yang akan berlaga ditgl 9 juli nanti dikarenakan kerabat dekatku ada yang jadi bupati, atau saudaraku yang duduk di DPR sehingga aku harus memilih beliau....tetapi ternyata tidak, aku benar – benar tulus memilih beliau karena memang beliau pantas untuk dipilih dan diperjuangkan dengan kerelaan yang super aku berusaha untuk memberikan informasi yang positif ketika ada yang bertanya .
Memang aku bukan siapa – siapa apapun yang kukasampaikan juga gak akan berpengaruh terhadap perubahan situasi yang kulihat semakain kacau balau, semua orang tiba – tiba berubah telah menjadi pengamat politik, semua berpendapat dengan tanpa mempunyai landasan yang akurat baik data , ataupun informasi, karena semua yang dilontarkan dalam setiap statusnya hanya berdasarkan baca di media sosial , kalaupun  menyaksikan langsung (mungkin dalam debat capres) dalam memberikan koment juga jauh dari  penilaian yang tulus, kalau boleh jujur aku bisa melihat dari kalimat yang ditulis disitu pasti kutemukan ada nada sumbang, emosi, kebencian, kepentingan dan masih banyak lagi. Bukankah sebagai bangsa Indonesia kita tahu yang didalam pancasila ada sila sila yang mengatur untuk dapat hidup berbangsa dan bernegara yang apabila kita ikuti akan tercipta suatu kebangsaan yang harmonis.
Kembali pada diriku.... (maaf ini khusus pribadi loh yah, aku tidak bawa para ini itu  karena aku takut mencatut orang lain  mungkin satu profesi tapi beda pilihan , aku tidak mau seperti kasus Bang Iwan Fals yang gambar kaosnya diganti dengan gambar pasangan presiden tanpa seijin beliaunya, akhirnya membuat Bang Iwan Fals  sang Idola, maksudku idolaku jadi marah) yang memang aku paling gak suka melihat orang untuk didiskriminasikan ..mungkin terbawa karena profesi dan pergaulanku  yang selalu bersama anak anak TK (taman kanak – kanak ) yang selalu memandang masalah dengan hati yang tulus dan jujur, anak TK tidak suka diintimidasi, diancam, ditakut – takuti, dibentak apalagi melihat orang marah yang banting – banting barang. Anak TK lebih suka pada sikap yang jujur , santun, menyejukkan dan merangkulnya karena semua yang positif itu akan membuat tumbuh kembangnya akan bagus. ......yah kalau aku penulis syair atau seniman andal pasti bisa deh diartikan bahwa anak TK itu rakyat kecil...mungkin arti tulisanku ini akan lebih afdol.
Terus terang .....aku bukan bagian dari mahasiswa angkatan 1998 karena aku sudah lulus tahun 1991 , tapi masih terasa reformasi itu dalam benakku , bagaimana tidak saat itu aku begitu mengidolakan YTH bapak Reformasi yang bergelar profesor....sehingga mulai saat itu aku tergabung dalam partai yang beliau dirikan, aku bangga jadi bagian dari Reformasi walaupun tidak terlibat secara langsung , yang akhirnya ......dengan sedih hati atributku sebagai anggota partai beliau kulepas dengan berat hati, karena beliau yang kujadikan panutan ternyata telah melenceng jauh dari semangat Reformasi yang dulu beliau dengungkan, bahkan terakhir yang membuat aku miris adalah seruannya untuk ikut berperan aktif dalam PERANG BADAR di pesta demokrasi.
Yah Allah.....begitu kuatnya pengaruh kedudukan, pengaruh uang , pengaruh kekuasaan....sehingga negara yang indah dan damai ini  harus menerima akibat  kepentingan duniawi , kami satu saudara, sebangsa dan setanah air kenapa harus melakukan perang badar.....
Aku tercenung .....ketika  membaca tabloid obor rakyat, ketika aku mendengarkan kampanye yang menyerukan bahwa orang indonesia timur karakternya suka makan, suka berkelahi atau potongan kalimat yang mengatakan bahwa semakin banyak orang indonesia ini yang LUGU...LUCU dan GUOBLOK...., ada musisi yang jenius asal surabaya yang dulu juga kukagumi dengan tanpa berfikir panjang mengatakan bahwa calon sebelah kurus kalau diajak  berantem pasti kalah atau kalau  jadi presiden fotonya tak akan dipasang dirumahnya.  Loh ....emangnya masalah yah kalo gak dipasang dirumahnya, yang penting kalo sudah terpilih jadi presiden yah dipasang di kantor, di sekolah , di pelayanan umum dan masih banyak lagi, (he...he... tapi Mas Dhani gak akan pindah kewarga negaraan kan, kalaupun mau pindah kurasa gak apa – apa juga kali, he..he... maaf guyon mas jangan tensi Peace) belum lagi puisi – puisi yang isinya mendiskriditkan seseorang, bukankah mereka orang –orang yang berdasi itu orang yang terhormat yah  , tidak bisahkan kalimat kalimatnya yang dilontarkan  juga terhormat sehingga akan menyejukkan kami anak TK ups..... maaf rakyat kecil.
Teman – teman ku sebangsa dan setanah air yang tercinta marilah kita yang katanya kaum inteltual ini  mencoba memberi contoh berpolitik yang baik pada teman – teman yang mungkin disekitar kita masih lemah dalam pengetahuan dengan benar, kita berikan informasi yang benar, kita berikan data yang benar, setelah itu biarkan mereka menentukan pilihannya sesuai dengan kata hatinya, tak perlu diintimidasi, tak perlu diancam, gak perlu kita ciptakan ketakutan atau perasaan was – was karena negara kita aman kok.....sangat aman karena negara kita cinta damai......
Ketika pilihanku berbeda dengan pasanganku, kukatakan padanya,....Mas biarkan kali ini  aku berbeda dengan pilihanmu, tetapi seandainya...kamu belum mantap benar dengan pilihanmu dan  bertanya padaku tentang alasanku yang berbeda dengan pilihanmu,  aku akan menjelaskannya.... (Karena aku tahu pasanganku memilih GOLPUT,). Ketika kutanya putri cantikku (sisulung) yang baru pertama mengikuti PILPRES  dan menjatuhkan pilihannya sama dengan bundanya kutanyakan alasannya  KENAPA dan jawabnya bukan ikutin bunda tapi ikut pak DAHLAN ISKAN akupun menghormatinya ...Aku teringat apa yang disampaikan oleh bapak Anis Bawasden....kalau kita ingin perubahan yang baik jangan biarkan orang baik berjuang sendirian..... dan akupun  ingin membantunya untuk berjuang , kukatakan pada pasangan bahwa pilihan  kita menentukan masa depan bangsa ini 5 thun kedepan, janganlah kita pasung demokrasi kita, janganlah kita gadaikan masa depan  bangsa kita, marilah kita berpartisipasi dalam pemilihan ini,  kita harus bisa berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara.....dan Alhamdulillah  akhirnya kamipun sepaham, mungkin suara kami tidak akan berpengaruh tetapi paling tidak bisa mewarnai  sedikit  pesta demokrasi kali ini.
OK teman – teman kami telah menentukan pilihan......bagaimana dengan anda, Monggo..bebas untuk menentukan pilihan , kami tidak akan menyebar kampanye hitam, kami tidak akan mengatasnamakan PARA ini dan itu , karena kami ingin teman – teman bisa memandang suatu masalah dengan pikiran yang jernih .....dan Selamat Memilih....salam Damai dari......... Catatan Nining

Sabtu, 24 Mei 2014

POLITIK SEDERHANA SEORANG GURU

POLITIK

Sebelum aku mengenal politik
Aku berpikir politik itu tidak baik
Kejam, kasar, kotor, culas dan licik
Dan masih banyak lagi predikat yang tidak laik
Tetapi setelah aku mengenal politik dengan baik
Ternyata politik itu menggelitik dan   asyiiiik
Karena pada dasarnya kita semua perlu politik
Baik itu profesi atau sekedar hubungan timbal balik
Aku tak mau ribet dalam mengartikan politik
Bagiku politik adalah suatu trik, tehnik atau taktik
Untuk dapat berubah menuju lebih baik
Kalau segelintir orang disana mengartikan politik berbeda
Aku juga tak menyalahkan mereka
Karena mungkin orang yang disana telah meramu bahkan menambah
Dengan segenggam ambisi, sekepal dusta diikat dengan kuasa
Seperti kataku ......politik bagiku sederhana
Sesederhana harapan dan wilayah kuasa
Disemesta raya ini ada belahan bumi
Dibelahan bumi ada dunia dan didunia ada negara
Dibelahan negara ada propinsi. Dibelahan propinsi ada kota
Dan dibelahan kota ada desa .......dan didesa itu ada sekolah...
Sekolah  tempat aku mengabdi untuk negara tercinta
Tempat aku berpolitik dalam menempah anak bangsa
Sehingga akan lahir politikus – politikus  yang juara...
Politikus yang tidak  unggul dalam pengetahuan saja
Tapi lebih dari itu, harus jujur, tanggung jawab dan amanah....untuk rakyatnya
Dan bermartabat serta berwibawa dimata dunia.....

Selasa, 01 April 2014

CATATAN NINING: Yuk Mengenal Kolase, Mozaik dan Montase

CATATAN NINING: Yuk Mengenal Kolase, Mozaik dan Montase: Yuuk mengenal Kolase, Mozaik dan Montase             Dalam kegiatan bidang pengembangan fisik motorik (kegiatan motorik halus) ada...

CATATAN NINING: hasil karya kolase dan montase anak TK

CATATAN NINING: hasil karya kolase dan montase anak TK: hasil karya kolase anak TK KLP. B                                                             hasil karya Montase anak TK klp. B

hasil karya kolase dan montase anak TK

hasil karya kolase anak TK KLP. B

                                                            hasil karya Montase anak TK klp. B

Yuk Mengenal Kolase, Mozaik dan Montase



Yuuk mengenal Kolase, Mozaik dan Montase

            Dalam kegiatan bidang pengembangan fisik motorik (kegiatan motorik halus) ada indikator yang menyebutkan : Membuat gambar dengan tehnik kolase dengan berbagai media (kertas, ampas kelapa, biji – bijian dan lain – lain).  Membuat gambar dengan tehnik mozaik dengan berbagai bentuk (lingkaran, segitiga dan lain – lain) dan Membuat gambar dengan tehnik Montase dengan berbagai gambar (kertas, koran, kain perca dan lain lain).
            Tetapi kenyatan dilapangan masih banyak bunda paud yang merasa kesulitan untuk membedakan antara kolase, mozaik maupun montase, sehingga kadang untuk kegiatan ini yang selalu diberikan pada anak selalu kegiatan kolase, kadang mozaik untuk montase amat sangat jarang bahkan tidak pernah diberikan. Sehingga ketika dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2014 salah satu macam kegiatan yang dilombakan untuk anak yaitu MONTASE membuat banyak guru TK (bunda PAUD) merasa kesulitan untuk melatih anak didiknya.
            Maka dalam kesempatan ini penulis akan mengajak teman – teman guru TK untuk mengenal lebih dekat apa yang dinamakan kolase, mozaik dan montase.
 A. KOLASE
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah Komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar (Depdiknas.2001,580). Dari definisi tersebut dapat diuraikan pengertian kolase, yaitu merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam-macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang yang membuatnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa bahan apapun yang dapat dirangkum (dikolaborasikan) sehingga menjadi karya senu rupa dua dimensi, dapat digolongkan / dijadikan bahan kolase

B. MOZAIK
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat (Depdiknas 2001,756).
Dari definisi mozaik tersebut dapat diuraikan pengertiannya, yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material dipotong-potong atau sudah berbentuk potongan kemudian disusun dengan ditempelkan pada bidang datar dengan cara di lem. Kepingan benda-benda itu, antara lain; kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas, potongan daun, potongan kayu. Tetapi untuk sebuah tema gambar menggunakan satu jenis material, misalnya kalau menggunakan kaca maka dalam satu tema gambar tersebut menggunakan pecahan kaca semua, hanya berbeda-beda warnanya baik warna alam maupun warna buatan.

C. MONTASE
Pengertian Montase, menurut kamus besar Bahasa Indonesia, adalah: Komposisi gambar yang dihasilkan dari percampuran unsur dari beberapa sumber (Depdiknas 2001, 754).
Pada perkembangannya montase yang semula terbatas pada karya dua dimensi sekarang telah merambah kepada karya tiga dimensi. Karya montase ini juga kurang dikenal oleh kalangan umum, karena bentuk karyanya masih mempunyai kemiripan dengan seni lukis, seni kriya, seni patung. Sehingga jenis karya ini dianggap sebagai salah satu dari jenis karya tersebut

Sedangkan fungsi dari Kolase, Mozaik dan Montase adalah :
1.      Fungsi praktis , yaitu fungsi pada benda sehari – hari, karya tersebut dapat digunakan sebagai bahan dekorasi.
2.      Fungsi edukatif ,yaitu dapat membantu mengembangkan daya pikir, daya serap, emosi, estetika, dan kreativitas
3.      Fungsi ekspresi, yaitu dengan menggunakan berbagai bahan dan tekstur dapat membantu melejitkan ekspresi.
4.      Fungsi psikhologis, yaitu dengan menuangkan ide, emosi yang menimbulkan rasa puas dan kesenangan sehingga dapat mengurangi beban psikhologis
5.      Fungsi sosial, yaitu dapat menyediakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya karya yang dimiliki diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan modal kreativitas.






A.    CONTOH HASIL KARYA KOLASE ANAK TK KLP.B


B.CONTOH HASIL KARYA KOLASE ANAK TK





Minggu, 30 Maret 2014

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)



PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
Mau naik pangkat ?, itu yang  pertama  ditanyakan oleh Prof. Dr. Ir.H.Suhardjono,Dipl H.E.MPd,sebelum menyampaikan materinya,  beliau  adalah  salah  satu  anggota Tim tehknis penilai angka kredit guru pusat, didalam bidang karya tulis ilmiah (KTI) guru.
Apabila jawaban kita “YA” maka yang harus kita kerjakan adalah : (1) mengumpulkan angka kredit dan (2) mengusulkan kenaikan pangkat kita. Pertanyaan selanjutnya lalu darimana angka kredit didapat. AK (angka kredit didapat ) dari :
a.       Pendidikan
b.      Pelaksanaan pembelajaran
c.       Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)
d.      penunjang
PKB adalah kegiatan pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan berkelanjutan untuk meningkat profesionalnya (Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 pada Bab I pasal 1 butir 5).
Ada 3 (tiga) kegiatan , pada PKB yaitu :
A
Pengembangan Diri
1.mengikuti diklat fungsional
2.melaksanakan kegiatan kolektif guru
                 B
Publikasi Ilmiah
1.membuat publikasi ilmiah
2.membuat publikasi buku
                     C
Karya INOVATIF
1.menemukan tehknologi tepat guna
2.menemukan/menciptakan karya seni
3.membuat/memodifikasi alat pelajaran
4.mengikuti pengembangan penyususn standar,pedoman, soal dan sejenisnya

Macam publikasi ilmiah dan berapa angka kreditnya, berdasar Permennegpan dan RB Nomor 16 tahun 2009, terdapat 10 macam publikasi ilmiah, yang masing  - masing mempunyai besaran angka kredit yang berbeda
No
Macam Publikasi ilmiah
kode
keterangan
Angka kredit
1
Makalah yang dipresentasikan di forum ilmiah
1a
Pemrasaran/ nara sumber pada seminar atau lokakarya
0.2
1b
Pemrasaran/ nara sumber pada kolokium atau diskusi ilmiah
0,2
3
Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian  /gagasan ilmiah dibidang pendidikan formal
2a
Berupa buku yang diterbitkan ber ISBN diedarkan secara nasional atau ada pengakuan dari BSNP
4
2b
Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat di jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi
3
2c
Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat dijurnal ilmiah tingkat propinsi
2

2d
Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat dijurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota
1
2e
Berupa makalah hasil penelitian dan telah diseminarkan di sekolah penulis
4
3
Makalah berupa tinjauan ilmiah
3a
Tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan
2
4
Tulisa Ilmiah Populer
4a
Artikel ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di media massa tingkat nasional
2
4b
Artikel ilmiah populer dibidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di media massa tingkat propinsi
1,5
5
Artikel ilmiah dibidang pendidikan
5a
Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat nasional terakreditasi
2
5b
Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat nasional tidak terakreditasi/propinsi
1,5
5c
Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat lokal/ kabupaten/sekolah/madrasah.
1
6
Buku Pelajaran
6a
Buku pelajaran yang lolos penilaian oleh BNSP
6
6b
Buku pelajaran yang dicetak oleh penerbit dan berISBN
3
6c
Buku pelajaran yang dicetak oleh penerbit tetapi belum ber ISBN
1
7
Modul / Diktat Pembelajaran per semester
7a
Modul/diktat yang digunakan tingkat propinsi
1,5
7b
Modul/diktat yang digunakan tingkat kabupaten/ kota
1
7c
Modul/diktat yang digunakan tingkat sekolah/madrasah
0,5
8
Buku Dalam Bidang Pendidikan
8a
Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit dan ber ISBN
3
8b
Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit tetapi  belum ber ISBN
1,5
9
Karya Terjemahan
9a
Karya hasil terjemahan
1
10
Buku Pedoman Guru
10a
Buku Pedoman Guru
1,5

Macam Jenis Publikasi untuk setiap jenjang penilaian  sebagai berikut :
Dari pangkat/ golongan
Ke pangkat/ golongan
Angka kredit publikasi ilmiah dan/karya inovatif
Macam publikasi ilmiah yang wajib ada
Penata Pertama golongan IIIa
Guru Pertama golongan IIIb
-
-
Guru Pertama golongan IIIb
Guru Muda golongan IIIc
4 (empat)
Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
Guru Muda golongan IIIc
Guru Muda golongan IIId
6 (enam)
Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
Guru Muda golongan IIId
Guru Madya golongan IVa
8 (delapan)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode 2e)
Guru Madya golongan IVa
Guru Madya golongan IVb
12 (dua belas)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan satu (1)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d)
Guru Madya golongan IVb
Guru Madya golongan IVc
12 (dua belas
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan satu (1)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d
Guru Madya golongan IVc
Guru Utama golongan IVd
14 (empat belas)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil  penelitian (kode2e) dan 1 (satu)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d dan 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISSN (6a, atau 6b)
Guru Utama golongan IVd
Guru Utama golongan IVe
20 (dua puluh)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil  penelitian (kode2e) dan 1 (satu)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d dan 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISSN (6a, atau 6b)

Bagaimana mempuplikasikan laporan PTK ?
Berdasarkan pada Pernennaegpan dan RB Nomer 16 tahun 2009, PTK dapat dipublikasikan dalam 3 bentuk yaitu:
1.      Buku : publikasi bentuk buku adalah berupa buku yang berisi laporan hasil penelitian yang diterbitkan/ dipublikasikan dalam bentuk buku ber ISBN dan telah mendapat pengakuan BNSP. Nilai angka kreditnya 4.
2.      Artikel Ilmiah pada majalah ilmiah/jurnal ilmiah : laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah ilmiah/jurnal ilmiah yang diedarkan secara nasional dan terakreditasi (angka kredit 3), atau jurnal ilmiah tingkat propinsi (angka kredit 2) atau jurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota (angka kredit 1).
3.      Makalah laporan hasil penelitian : berupa makalah yang telah diseminarkan di sekolah/madrasahnya dan disimpan di perpustakaan (angka kredit 4).
Bagaimana Kerangka Isi Publikasi Ilmiah PTK
1.      Bagian Awal terdiri dari (a) hlaman judul, (b) lembar peersetujuan dan pernyataan dari Kepala Sekolah yang menyatakan keaslian tulisan dari penulis, (c) Pernyataan dari perpustakaan yang menyatakan bahwa makalah tersebut telah disimpan di perpustakaan sekolah/madrasah , (d) pernyataan keaslian tulisan yang dibuat dan ditandatangani oleh penulis, (e) kata pengantar, (f) daftar isi (bila ada daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran), (g) abstraksi/ ringkasan
2.      Bagian Isi pada umumnya terdiri dari beberapa bab :
A.    Bab I : pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat.
B.     Bab II : Kajian/ Tinjauan Pustaka yang berisi uraian tentang kajian teori/ pustaka yang berkesesuaian dengan permasalahan yang dikaji. Juga kajian teori yang berkaitan dengan macam tindakan yang akan dilakukan, proses tindakan, ketepatan dan kesesuaian tindakan dengan tujuan yang diharapkan terjadi dengan adanya tindakan tersebut.
C.     Bab III Metode penelitian yang menjelaskan tentang prosedur penelitian (terutama prosedur diagnosis masalah, penjelasan rinci tentang perencanaan dan pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi ,prosedur refleksi, serta hasil penelitian).
D.    Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan serta mengemukakan gambaran tentang pelaksanaan tindakan, dimulai dari setting atau pengaturas siswa, penjelasan umum jalannya pembelajaran diikuti penjelasan siklus demi siklus . Akhir dari bab ini adalah pembahasan, yaitu pendapat peneliti tentang bagaimana keunggulan pembahasan , yaitu pendapat peneliti tentang bagaimana keunggulan dan kelemahan dari tindakan serta kemungkinannya untuk diterapkan lagi untuk memperoleh gambaran model tindakan ini sebagai metode mengajar yang dipandang kreatif dan inovatif.
E.     Bab V Simpulan dan saran
3.      Bagian Penunjang : umumnya terdiri dari daftar pustaka dan lampiran. Lampiran utama yang harus disertakan :
A.    Semua instrumen yang digunakan untuk mengukur proses pembelajaran yang berupa (a) isian lembar observasi, (b) isian pengamatan tentang aktivitas kelas (c) isian atau check list tentang aktivitas siswa.
B.     Semua instrumen yang Telah diisi dan divalidasi yang dipergunakan untuk pengukuran hasil belajar, seperti test , angket, wawancara dll.
C.     Semua dokumen yang memberikan bukti bahwa PTK tersebut telah dilakukan sesuai dengan rencana, antara lain : ijin kepala sekolah, daftar hadir siswa, catatan harian kegiatan, rancangan pembelajaran, bahan – bahan ajar, foto – foto kegiatan yang menginformasikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dll.
D.    Semua dokumen yang membuktikan bahwa PTK telah diseminarkan di sekolahnya . Lampiran ini harus ada (a) berita acara seminar, (b) daftar hadir peserta , (c) keterangan dari kepala sekolah, (d) foto – foto, (e) makalah ringkasan/ power point.
Penyebab PTK ditolak :
1.      Tidak jelas apa , bagaimana, dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan, juga tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus – siklus berikutnya.
2.      Berupa laporan pembelajaran  yang biasa . tahapan dalam siklus sama dengan tahapan biasa. PTK bukan pembelajaran biasa tetapi merupakan proses mencoba dan menganalisis penggunaan metode baru yang diutamakan bukan hanya hasil tapi prosesnya.
3.      Metode penelitian belum mengemukakan tahapan dan tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya, pada laporan hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada siswa atau lampiran – lampiran belum lengkap.
4.      Tidak terdapat uraian tentang pelaksanaan tindakan dan perubahan yang terjadi pada setiap siklus.
5.      Belum melampirkan secara lengkap berbagai macam dokumen yang mampu meyakinkan bahwa penelitian tersebut telah dilakukan sesuai dengan apa yang dilaporkan.
6.      Tidak sesuai pedoman penulisan
7.      KTI bukan buatan sendiri.

Daftar Pustaka :
Suhardjono, Suparno, Supriadi, Abdul Azis Husein (2013), Publikasi Ilmiah dalam  
            Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Malang, Cakrawala Indonesia
Suhardjono, 24 Tanya Jawab PTK sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru,makalah,
            Peningkatan kompetensi dan Profesional Guru, Maret 2014