TK NEGERI PEMBINA KAWEDANAN MAGETAN SELALU MENEMANI ANDA

Selasa, 01 April 2014

CATATAN NINING: Yuk Mengenal Kolase, Mozaik dan Montase

CATATAN NINING: Yuk Mengenal Kolase, Mozaik dan Montase: Yuuk mengenal Kolase, Mozaik dan Montase             Dalam kegiatan bidang pengembangan fisik motorik (kegiatan motorik halus) ada...

CATATAN NINING: hasil karya kolase dan montase anak TK

CATATAN NINING: hasil karya kolase dan montase anak TK: hasil karya kolase anak TK KLP. B                                                             hasil karya Montase anak TK klp. B

hasil karya kolase dan montase anak TK

hasil karya kolase anak TK KLP. B

                                                            hasil karya Montase anak TK klp. B

Yuk Mengenal Kolase, Mozaik dan Montase



Yuuk mengenal Kolase, Mozaik dan Montase

            Dalam kegiatan bidang pengembangan fisik motorik (kegiatan motorik halus) ada indikator yang menyebutkan : Membuat gambar dengan tehnik kolase dengan berbagai media (kertas, ampas kelapa, biji – bijian dan lain – lain).  Membuat gambar dengan tehnik mozaik dengan berbagai bentuk (lingkaran, segitiga dan lain – lain) dan Membuat gambar dengan tehnik Montase dengan berbagai gambar (kertas, koran, kain perca dan lain lain).
            Tetapi kenyatan dilapangan masih banyak bunda paud yang merasa kesulitan untuk membedakan antara kolase, mozaik maupun montase, sehingga kadang untuk kegiatan ini yang selalu diberikan pada anak selalu kegiatan kolase, kadang mozaik untuk montase amat sangat jarang bahkan tidak pernah diberikan. Sehingga ketika dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2014 salah satu macam kegiatan yang dilombakan untuk anak yaitu MONTASE membuat banyak guru TK (bunda PAUD) merasa kesulitan untuk melatih anak didiknya.
            Maka dalam kesempatan ini penulis akan mengajak teman – teman guru TK untuk mengenal lebih dekat apa yang dinamakan kolase, mozaik dan montase.
 A. KOLASE
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah Komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar (Depdiknas.2001,580). Dari definisi tersebut dapat diuraikan pengertian kolase, yaitu merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam-macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang yang membuatnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa bahan apapun yang dapat dirangkum (dikolaborasikan) sehingga menjadi karya senu rupa dua dimensi, dapat digolongkan / dijadikan bahan kolase

B. MOZAIK
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat (Depdiknas 2001,756).
Dari definisi mozaik tersebut dapat diuraikan pengertiannya, yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material dipotong-potong atau sudah berbentuk potongan kemudian disusun dengan ditempelkan pada bidang datar dengan cara di lem. Kepingan benda-benda itu, antara lain; kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas, potongan daun, potongan kayu. Tetapi untuk sebuah tema gambar menggunakan satu jenis material, misalnya kalau menggunakan kaca maka dalam satu tema gambar tersebut menggunakan pecahan kaca semua, hanya berbeda-beda warnanya baik warna alam maupun warna buatan.

C. MONTASE
Pengertian Montase, menurut kamus besar Bahasa Indonesia, adalah: Komposisi gambar yang dihasilkan dari percampuran unsur dari beberapa sumber (Depdiknas 2001, 754).
Pada perkembangannya montase yang semula terbatas pada karya dua dimensi sekarang telah merambah kepada karya tiga dimensi. Karya montase ini juga kurang dikenal oleh kalangan umum, karena bentuk karyanya masih mempunyai kemiripan dengan seni lukis, seni kriya, seni patung. Sehingga jenis karya ini dianggap sebagai salah satu dari jenis karya tersebut

Sedangkan fungsi dari Kolase, Mozaik dan Montase adalah :
1.      Fungsi praktis , yaitu fungsi pada benda sehari – hari, karya tersebut dapat digunakan sebagai bahan dekorasi.
2.      Fungsi edukatif ,yaitu dapat membantu mengembangkan daya pikir, daya serap, emosi, estetika, dan kreativitas
3.      Fungsi ekspresi, yaitu dengan menggunakan berbagai bahan dan tekstur dapat membantu melejitkan ekspresi.
4.      Fungsi psikhologis, yaitu dengan menuangkan ide, emosi yang menimbulkan rasa puas dan kesenangan sehingga dapat mengurangi beban psikhologis
5.      Fungsi sosial, yaitu dapat menyediakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya karya yang dimiliki diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan modal kreativitas.






A.    CONTOH HASIL KARYA KOLASE ANAK TK KLP.B


B.CONTOH HASIL KARYA KOLASE ANAK TK





Minggu, 30 Maret 2014

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)



PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
Mau naik pangkat ?, itu yang  pertama  ditanyakan oleh Prof. Dr. Ir.H.Suhardjono,Dipl H.E.MPd,sebelum menyampaikan materinya,  beliau  adalah  salah  satu  anggota Tim tehknis penilai angka kredit guru pusat, didalam bidang karya tulis ilmiah (KTI) guru.
Apabila jawaban kita “YA” maka yang harus kita kerjakan adalah : (1) mengumpulkan angka kredit dan (2) mengusulkan kenaikan pangkat kita. Pertanyaan selanjutnya lalu darimana angka kredit didapat. AK (angka kredit didapat ) dari :
a.       Pendidikan
b.      Pelaksanaan pembelajaran
c.       Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)
d.      penunjang
PKB adalah kegiatan pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan berkelanjutan untuk meningkat profesionalnya (Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 pada Bab I pasal 1 butir 5).
Ada 3 (tiga) kegiatan , pada PKB yaitu :
A
Pengembangan Diri
1.mengikuti diklat fungsional
2.melaksanakan kegiatan kolektif guru
                 B
Publikasi Ilmiah
1.membuat publikasi ilmiah
2.membuat publikasi buku
                     C
Karya INOVATIF
1.menemukan tehknologi tepat guna
2.menemukan/menciptakan karya seni
3.membuat/memodifikasi alat pelajaran
4.mengikuti pengembangan penyususn standar,pedoman, soal dan sejenisnya

Macam publikasi ilmiah dan berapa angka kreditnya, berdasar Permennegpan dan RB Nomor 16 tahun 2009, terdapat 10 macam publikasi ilmiah, yang masing  - masing mempunyai besaran angka kredit yang berbeda
No
Macam Publikasi ilmiah
kode
keterangan
Angka kredit
1
Makalah yang dipresentasikan di forum ilmiah
1a
Pemrasaran/ nara sumber pada seminar atau lokakarya
0.2
1b
Pemrasaran/ nara sumber pada kolokium atau diskusi ilmiah
0,2
3
Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian  /gagasan ilmiah dibidang pendidikan formal
2a
Berupa buku yang diterbitkan ber ISBN diedarkan secara nasional atau ada pengakuan dari BSNP
4
2b
Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat di jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi
3
2c
Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat dijurnal ilmiah tingkat propinsi
2

2d
Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat dijurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota
1
2e
Berupa makalah hasil penelitian dan telah diseminarkan di sekolah penulis
4
3
Makalah berupa tinjauan ilmiah
3a
Tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan
2
4
Tulisa Ilmiah Populer
4a
Artikel ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di media massa tingkat nasional
2
4b
Artikel ilmiah populer dibidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di media massa tingkat propinsi
1,5
5
Artikel ilmiah dibidang pendidikan
5a
Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat nasional terakreditasi
2
5b
Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat nasional tidak terakreditasi/propinsi
1,5
5c
Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat lokal/ kabupaten/sekolah/madrasah.
1
6
Buku Pelajaran
6a
Buku pelajaran yang lolos penilaian oleh BNSP
6
6b
Buku pelajaran yang dicetak oleh penerbit dan berISBN
3
6c
Buku pelajaran yang dicetak oleh penerbit tetapi belum ber ISBN
1
7
Modul / Diktat Pembelajaran per semester
7a
Modul/diktat yang digunakan tingkat propinsi
1,5
7b
Modul/diktat yang digunakan tingkat kabupaten/ kota
1
7c
Modul/diktat yang digunakan tingkat sekolah/madrasah
0,5
8
Buku Dalam Bidang Pendidikan
8a
Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit dan ber ISBN
3
8b
Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit tetapi  belum ber ISBN
1,5
9
Karya Terjemahan
9a
Karya hasil terjemahan
1
10
Buku Pedoman Guru
10a
Buku Pedoman Guru
1,5

Macam Jenis Publikasi untuk setiap jenjang penilaian  sebagai berikut :
Dari pangkat/ golongan
Ke pangkat/ golongan
Angka kredit publikasi ilmiah dan/karya inovatif
Macam publikasi ilmiah yang wajib ada
Penata Pertama golongan IIIa
Guru Pertama golongan IIIb
-
-
Guru Pertama golongan IIIb
Guru Muda golongan IIIc
4 (empat)
Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
Guru Muda golongan IIIc
Guru Muda golongan IIId
6 (enam)
Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
Guru Muda golongan IIId
Guru Madya golongan IVa
8 (delapan)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode 2e)
Guru Madya golongan IVa
Guru Madya golongan IVb
12 (dua belas)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan satu (1)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d)
Guru Madya golongan IVb
Guru Madya golongan IVc
12 (dua belas
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan satu (1)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d
Guru Madya golongan IVc
Guru Utama golongan IVd
14 (empat belas)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil  penelitian (kode2e) dan 1 (satu)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d dan 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISSN (6a, atau 6b)
Guru Utama golongan IVd
Guru Utama golongan IVe
20 (dua puluh)
Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil  penelitian (kode2e) dan 1 (satu)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d dan 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISSN (6a, atau 6b)

Bagaimana mempuplikasikan laporan PTK ?
Berdasarkan pada Pernennaegpan dan RB Nomer 16 tahun 2009, PTK dapat dipublikasikan dalam 3 bentuk yaitu:
1.      Buku : publikasi bentuk buku adalah berupa buku yang berisi laporan hasil penelitian yang diterbitkan/ dipublikasikan dalam bentuk buku ber ISBN dan telah mendapat pengakuan BNSP. Nilai angka kreditnya 4.
2.      Artikel Ilmiah pada majalah ilmiah/jurnal ilmiah : laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah ilmiah/jurnal ilmiah yang diedarkan secara nasional dan terakreditasi (angka kredit 3), atau jurnal ilmiah tingkat propinsi (angka kredit 2) atau jurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota (angka kredit 1).
3.      Makalah laporan hasil penelitian : berupa makalah yang telah diseminarkan di sekolah/madrasahnya dan disimpan di perpustakaan (angka kredit 4).
Bagaimana Kerangka Isi Publikasi Ilmiah PTK
1.      Bagian Awal terdiri dari (a) hlaman judul, (b) lembar peersetujuan dan pernyataan dari Kepala Sekolah yang menyatakan keaslian tulisan dari penulis, (c) Pernyataan dari perpustakaan yang menyatakan bahwa makalah tersebut telah disimpan di perpustakaan sekolah/madrasah , (d) pernyataan keaslian tulisan yang dibuat dan ditandatangani oleh penulis, (e) kata pengantar, (f) daftar isi (bila ada daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran), (g) abstraksi/ ringkasan
2.      Bagian Isi pada umumnya terdiri dari beberapa bab :
A.    Bab I : pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat.
B.     Bab II : Kajian/ Tinjauan Pustaka yang berisi uraian tentang kajian teori/ pustaka yang berkesesuaian dengan permasalahan yang dikaji. Juga kajian teori yang berkaitan dengan macam tindakan yang akan dilakukan, proses tindakan, ketepatan dan kesesuaian tindakan dengan tujuan yang diharapkan terjadi dengan adanya tindakan tersebut.
C.     Bab III Metode penelitian yang menjelaskan tentang prosedur penelitian (terutama prosedur diagnosis masalah, penjelasan rinci tentang perencanaan dan pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi ,prosedur refleksi, serta hasil penelitian).
D.    Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan serta mengemukakan gambaran tentang pelaksanaan tindakan, dimulai dari setting atau pengaturas siswa, penjelasan umum jalannya pembelajaran diikuti penjelasan siklus demi siklus . Akhir dari bab ini adalah pembahasan, yaitu pendapat peneliti tentang bagaimana keunggulan pembahasan , yaitu pendapat peneliti tentang bagaimana keunggulan dan kelemahan dari tindakan serta kemungkinannya untuk diterapkan lagi untuk memperoleh gambaran model tindakan ini sebagai metode mengajar yang dipandang kreatif dan inovatif.
E.     Bab V Simpulan dan saran
3.      Bagian Penunjang : umumnya terdiri dari daftar pustaka dan lampiran. Lampiran utama yang harus disertakan :
A.    Semua instrumen yang digunakan untuk mengukur proses pembelajaran yang berupa (a) isian lembar observasi, (b) isian pengamatan tentang aktivitas kelas (c) isian atau check list tentang aktivitas siswa.
B.     Semua instrumen yang Telah diisi dan divalidasi yang dipergunakan untuk pengukuran hasil belajar, seperti test , angket, wawancara dll.
C.     Semua dokumen yang memberikan bukti bahwa PTK tersebut telah dilakukan sesuai dengan rencana, antara lain : ijin kepala sekolah, daftar hadir siswa, catatan harian kegiatan, rancangan pembelajaran, bahan – bahan ajar, foto – foto kegiatan yang menginformasikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dll.
D.    Semua dokumen yang membuktikan bahwa PTK telah diseminarkan di sekolahnya . Lampiran ini harus ada (a) berita acara seminar, (b) daftar hadir peserta , (c) keterangan dari kepala sekolah, (d) foto – foto, (e) makalah ringkasan/ power point.
Penyebab PTK ditolak :
1.      Tidak jelas apa , bagaimana, dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan, juga tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus – siklus berikutnya.
2.      Berupa laporan pembelajaran  yang biasa . tahapan dalam siklus sama dengan tahapan biasa. PTK bukan pembelajaran biasa tetapi merupakan proses mencoba dan menganalisis penggunaan metode baru yang diutamakan bukan hanya hasil tapi prosesnya.
3.      Metode penelitian belum mengemukakan tahapan dan tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya, pada laporan hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada siswa atau lampiran – lampiran belum lengkap.
4.      Tidak terdapat uraian tentang pelaksanaan tindakan dan perubahan yang terjadi pada setiap siklus.
5.      Belum melampirkan secara lengkap berbagai macam dokumen yang mampu meyakinkan bahwa penelitian tersebut telah dilakukan sesuai dengan apa yang dilaporkan.
6.      Tidak sesuai pedoman penulisan
7.      KTI bukan buatan sendiri.

Daftar Pustaka :
Suhardjono, Suparno, Supriadi, Abdul Azis Husein (2013), Publikasi Ilmiah dalam  
            Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Malang, Cakrawala Indonesia
Suhardjono, 24 Tanya Jawab PTK sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru,makalah,
            Peningkatan kompetensi dan Profesional Guru, Maret 2014